thumb

Unpas dan Kanwil KemenHAM Jabar Siap Jalin Kerja Sama untuk Hadirkan Natalius Pigai, Perkuat Pendidikan HAM bagi Mahasiswa

BANDUNG — Komitmen penguatan pendidikan hak asasi manusia (HAM) di Jawa Barat kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Pada Senin (4/5/2026), melakukan kunjungan dan silaturahmi ke di Bandung.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan, Dr. Cece Suryana, S.H., M.M.. Yayasan ini diketahui menaungi empat perguruan tinggi Pasundan, yakni Universitas Pasundan (Unpas), STIE Pasundan, STKIP Pasundan, serta STH Pasundan.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama membahas tindak lanjut kerja sama strategis di bidang HAM.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Kanwil KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, yang memimpin langsung pembahasan kerja sama bersama jajaran pengurus yayasan.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pendidikan dan literasi HAM di kalangan mahasiswa, khususnya di lingkungan Universitas Pasundan. Salah satu rencana strategis yang mengemuka adalah menghadirkan Natalius Pigai dalam agenda akademik sebagai narasumber utama, guna memberikan perspektif langsung terkait isu-isu HAM di Indonesia.

Program ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog yang kritis dan edukatif bagi mahasiswa, sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai HAM tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sosial.

Selain itu, diskusi juga mengarah pada pengembangan berbagai agenda kolaboratif ke depan, termasuk implementasi program P5HAM (Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran HAM sejak dini di lingkungan pendidikan tinggi.

Pihak Kanwil KemenHAM Jawa Barat menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperluas jangkauan edukasi HAM, khususnya di lingkungan kampus sebagai pusat lahirnya generasi intelektual.

Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra aktif dalam mendorong penguatan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendidikan.

Dengan adanya rencana menghadirkan dalam waktu dekat, kerja sama ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam memajukan kesadaran HAM di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara diakhiri dengan penyerahan buku sebagai simbol komitmen bersama dalam penguatan literasi dan pengembangan kajian HAM di lingkungan akademik.