KOPPETA HAM Jawa Barat Gelar Jabar Human Rights Forum 2026, Ajak 500 Pelajar Menjadi Agen Perubahan Berbasis Hak Asasi Manusia
Bandung, 29 Juli 2026 — Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan Jabar Human Rights Forum 2026, sebuah forum penguatan Hak Asasi Manusia yang diikuti oleh sekitar 500 pelajar dari berbagai SMA, SMK, MA, serta perwakilan perguruan tinggi di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperluas pembudayaan Hak Asasi Manusia di kalangan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya pelajar yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Forum ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, dan generasi muda dalam membangun kesadaran bersama bahwa penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia harus dimulai sejak lingkungan pendidikan. KOPPETA HAM Jawa Barat meyakini bahwa pelajar merupakan kelompok strategis yang memiliki peran besar dalam menciptakan budaya saling menghormati, toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk karakter yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap hak setiap orang. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Penguatan materi kemudian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan Hak Asasi Manusia Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Munafrizal Manan, yang mengajak seluruh peserta untuk mengambil peran sebagai pelopor budaya Hak Asasi Manusia di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keberanian untuk menjadi teladan dalam menghormati hak setiap orang.
Dalam forum tersebut, para peserta memperoleh penguatan mengenai penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan Hak Asasi Manusia. Para pelajar juga dibekali pemahaman bahwa setiap hak yang dimiliki seseorang selalu diikuti dengan kewajiban untuk menghormati hak orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 28J Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kebebasan harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan moral, nilai agama, keamanan, ketertiban umum, serta hak-hak masyarakat lainnya.
Berbagai isu yang dekat dengan kehidupan pelajar turut menjadi pembahasan dalam forum ini, di antaranya pencegahan tawuran antarpelajar, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, kekerasan seksual, intoleransi, diskriminasi, penyebaran ujaran kebencian, hingga penggunaan media sosial secara bijaksana. Seluruh peserta didorong untuk menjadi teladan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, damai, inklusif, serta menghormati martabat setiap manusia tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, budaya, maupun golongan. Para peserta juga diajak untuk berani menjadi pelopor dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran HAM di lingkungan sekolah melalui sikap saling menghargai, saling mengingatkan, dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bermartabat.
Sebagai penyelenggara kegiatan, KOPPETA HAM Jawa Barat menghadirkan konsep pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga materi Hak Asasi Manusia dapat dipahami dengan lebih mudah oleh para pelajar. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti berbagai sesi diskusi interaktif, permainan edukatif (games), kuis, studi kasus, serta pembagian doorprize yang membuat suasana kegiatan berlangsung hidup, komunikatif, dan penuh antusiasme. Metode tersebut mendapat respons yang sangat positif dari para peserta yang aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai isu Hak Asasi Manusia yang terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tingginya antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga berakhirnya kegiatan. Ratusan pelajar mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, aktif berinteraksi dengan narasumber, serta menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang dibahas. Suasana yang hangat, komunikatif, dan penuh semangat tersebut menjadi bukti bahwa edukasi Hak Asasi Manusia dapat disampaikan dengan pendekatan yang inovatif tanpa mengurangi substansi materi yang diberikan.
Ketua panitia dari KOPPETA HAM Jawa Barat menyampaikan bahwa pendekatan edukasi yang kreatif merupakan salah satu cara efektif untuk mendekatkan nilai-nilai Hak Asasi Manusia kepada generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan dikemas secara menarik agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga nilai-nilai HAM dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, KOPPETA HAM Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan serupa ke berbagai kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya membangun budaya Hak Asasi Manusia sejak dini di lingkungan pendidikan.
Melalui Jabar Human Rights Forum 2026, KOPPETA HAM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis Kementerian Hak Asasi Manusia dalam memperluas edukasi dan pembudayaan Hak Asasi Manusia di lingkungan pendidikan. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda Jawa Barat yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengampanyekan budaya damai, toleransi, penghormatan terhadap hak setiap manusia, dan kehidupan yang bebas dari kekerasan maupun diskriminasi demi terwujudnya Jawa Barat yang semakin humanis, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia.
