Tiga Delegasi Koppeta HAM Jawa Barat Sosialisasikan Anti-Bullying, Cegah Pernikahan Dini, dan Pemenuhan Hak Siswa di SMPN 46 Kota Bandung
Bandung, 11 Agustus 2025 – Komunitas Pemuda Pecinta Hak Asasi Manusia (Koppeta HAM) Jawa Barat menggelar sosialisasi penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) di SMP Negeri 46 Kota Bandung. Kegiatan berlangsung di kelas 8J, Jl. Cigagak, Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, dengan durasi sekitar 30 menit, diikuti 33 siswa.
Materi utama disampaikan oleh Muhammad Damar Setyo Kumoro, anggota Koppeta HAM Jawa Barat sekaligus pemagang di Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat. Dalam paparannya, Damar menekankan pentingnya menghargai teman tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, atau kondisi fisik, mengajak siswa untuk menjauhi perundungan (bullying), serta mengingatkan agar tidak melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini, jelasnya, tidak hanya menghambat perkembangan fisik, mental, dan pendidikan remaja, tetapi juga dapat melanggar HAM anak dari pasangan tersebut karena berpotensi membatasi hak tumbuh kembang, pendidikan, dan kesejahteraannya.
Kegiatan ini bertepatan dengan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, yang dijelaskan Damar sebagai salah satu wujud nyata pemenuhan HAM oleh negara di bidang pangan. Ia juga menegaskan bahwa HAM mencakup hak atas pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses, serta hak atas layanan kesehatan yang gratis dan terjangkau bagi semua warga negara.
“Bullying dan pernikahan dini sama-sama bisa merugikan masa depan. Kita semua punya hak yang sama untuk merasa aman, berkembang, dan mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk hak atas makanan bergizi dan layanan kesehatan,” ujar Damar di hadapan siswa.
Dua anggota Koppeta HAM lainnya, Putri Dila Sapnia dan Arif Prayoga, turut memeriahkan suasana dengan interaksi santai dan membangun keakraban dengan peserta, membuat penyampaian materi terasa lebih hidup dan mudah dipahami siswa.
Melalui kegiatan ini, Koppeta HAM Jawa Barat berharap generasi muda lebih peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan berani melawan segala bentuk diskriminasi di sekolah maupun masyarakat.
