Tenaga Ahli Kementerian HAM Apresiasi KOPPETA Jabar, Dorong Peran Strategis Pemuda dalam Pemajuan HAM
Tenaga Ahli Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Ibu Roichatul Aswidah, S.I.Kom., M.A., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif serta konsistensi kerja Komunitas Pemuda Pecinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA) Jawa Barat dalam mengawal agenda penegakan dan pemajuan HAM di tingkat daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam diskusi panjang yang berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat. Diskusi ini turut dihadiri oleh pengurus KOPPETA HAM Jawa Barat, Hamka Fadilah Rajab dan Zetta Selalu selaku perwakilan Badan Harian, serta didampingi langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail.
Dalam pertemuan tersebut, KOPPETA HAM Jawa Barat memaparkan berbagai aksi dan fokus gerakan yang selama ini dijalankan, khususnya dalam penguatan Pilar Penegakan, Pemajuan, Pemenuhan, Perlindungan, dan Penghormatan Hak Asasi Manusia (P5 HAM). Diskusi berlangsung dinamis, membahas tantangan HAM di tingkat lokal hingga peran strategis pemuda dalam menjawab persoalan-persoalan kebangsaan berbasis nilai HAM.
Ibu Roichatul menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan perjuangan HAM di Indonesia.
Menurutnya, pemuda tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah kompleksitas sosial yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyebut KOPPETA HAM Jawa Barat sebagai salah satu KOPPETA paling aktif di Indonesia, baik dari sisi konsistensi gerakan, jejaring kolaborasi, maupun keberanian mengangkat isu-isu HAM secara substantif dan kontekstual.
Lebih lanjut, KOPPETA HAM Jawa Barat juga memaparkan rencana pelaksanaan Perkemahan Pengabdian HAM, sebuah program strategis yang akan diisi dengan dialog lintas agama, penguatan toleransi, serta pendidikan HAM berbasis partisipasi pemuda. Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun ruang perjumpaan antariman yang inklusif, sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Ibu Roichatul juga menyampaikan dukungan secara pribadi terhadap kegiatan KOPPETA, termasuk kontribusi donasi untuk mendukung pelaksanaan giat KOPPETA di Cianjur, sebagai bentuk nyata kepercayaan dan kepedulian terhadap gerakan pemuda berbasis HAM.
Ibu Roichatul menilai rencana tersebut sebagai inisiatif progresif yang tidak hanya relevan dengan agenda nasional pemajuan HAM, tetapi juga berpotensi menjadi model praktik baik (best practice) dalam membumikan nilai-nilai HAM melalui pendekatan dialog dan kebersamaan lintas identitas.
Diskusi ini menegaskan komitmen bersama antara Kementerian HAM dan KOPPETA HAM Jawa Barat dalam memperkuat peran pemuda sebagai garda terdepan penegakan HAM, sekaligus memperluas ruang kolaborasi yang berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia yang adil, inklusif, dan berkeadaban.
