thumb

Sahabat HAM Hasbullah Fudail Ajak KNPI Gabung Garda HAM KOPPETA Jabar

Bandung – Hasbullah Fudail, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat sekaligus Sahabat HAM (setara pembina) dalam KOPPETA HAM Jabar, mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk bergabung dalam gerakan pemuda pelajar pencinta HAM. Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan di Ruang Saroso, Kantor Wilayah KemenHAM Jawa Barat, Jl. Jakarta No.27, Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (28/8).

Hadir dalam kesempatan tersebut delegasi DPD KNPI Jawa Barat, antara lain Wakil Ketua Ramdan Maulana, Urik Yanto Prasetyo, Andreas S. S., Muhammad Andi Purbaya, Rhana Soemadiredja, dan Dhita Husein.

Dalam paparannya, Hasbullah menekankan pentingnya peran pemuda dalam merawat toleransi di Jawa Barat. Ia mengajak KNPI untuk mengoordinasikan anggotanya di seluruh cabang kota dan kabupaten agar mendaftar sebagai Garda HAM, yaitu Anggota Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta HAM Jawa Barat (KOPPETA HAM Jabar) di tingkat daerah.

“KNPI tidak hanya menjadi peserta dalam agenda 2 September, tetapi juga dirangkul sebagai unsur pemuda di KOPPETA HAM. Dengan begitu, gerakan ini tidak hanya diisi pelajar, siswa, dan mahasiswa, tapi juga melibatkan kekuatan pemuda lintas organisasi,” jelas Hasbullah.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Damar Setyo Kumoro, delegasi KOPPETA HAM Jabar sekaligus pemagang di Kanwil KemenHAM Jawa Barat.

Lebih jauh, Hasbullah menyampaikan bahwa isu intoleransi di Jawa Barat harus dijawab dengan cara-cara kreatif yang menyentuh akar persoalan. Ia menyoroti kasus-kasus seperti di Cidahu, Gedung Serbaguna (GSG), dan Caringin Garut yang menurutnya lebih sering dipicu faktor ekonomi ketimbang murni intoleransi. “Rata-rata persoalan bukan pada perbedaan keyakinan, melainkan kesenjangan sosial-ekonomi serta kurangnya sinergi antar-tokoh lintas agama,” tegasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa memiliki dan keterikatan batin terhadap Jawa Barat, meski berasal dari Bugis. “Saya merasa malu jika Jawa Barat dicap sebagai daerah paling intoleran. Padahal masyarakat kita berakar pada budaya toleransi. Saya sudah sejak 1996 menjadi PNS di Cianjur, menikah dengan orang Garut, dan membumi di Priangan. Jawa Barat sudah menjadi rumah saya,” ungkap Hasbullah.

Menanggapi ajakan tersebut, perwakilan KNPI Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh gerakan ini. “KNPI siap memasukkan anggotanya ke dalam KOPPETA HAM Jabar melalui jalur Garda HAM. Kami akan dorong kader-kader pemuda di daerah untuk aktif. Cara anak muda lebih efektif, sementara pola pikir lama sering kali tidak berhasil,” ujar perwakilan KNPI.

Sebagai penutup pertemuan, Hasbullah menyerahkan buku karyanya bertajuk "HAM dalam Ragam Dimensi" sebagai bingkisan kenang-kenangan kepada delegasi KNPI Jawa Barat. Buku tersebut menjadi simnol komitmen bersama dalam memperluas pemahaman dan gerakan HAM di kalangan pemuda.