thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 06 Oktober 2025
  • 172

P5HAM Mulai Digerakkan di Desa, Koppeta HAM Jabar Siap Dampingi Cianjur

Upaya menumbuhkan kesadaran hak asasi manusia mulai bergerak dari tingkat desa. Minggu (5/10/2025) siang, Desa Sirnagalih di Kecamatan Cilaku menjadi tuan rumah kegiatan dialog bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi P5HAM”.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program P5HAM di wilayah Cianjur yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas pemuda.

 

Dari kalangan muda, semangat itu disuarakan oleh Zidan Fathur Rahman, perwakilan Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (Koppeta HAM) Jawa Barat. Ia menegaskan, bicara HAM seharusnya tidak hanya di ruang formal, tapi hadir di kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

“Kalau bicara HAM, jangan tunggu panggung besar. Mulailah dari desa, dari tempat orang belajar menghargai satu sama lain. Di situ kemanusiaan tumbuh paling jujur,” ujar Zidan.

 

Menurutnya, Koppeta HAM Jabar siap mendampingi masyarakat Cianjur agar nilai-nilai HAM benar-benar terasa hingga ke akar rumput. “Kami ingin memastikan implementasi P5HAM ini tidak berhenti di tataran konsep, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga desa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan bahwa persoalan HAM kerap bersinggungan dengan ketimpangan ekonomi dan akses layanan dasar.

 

“Sering kali konflik sosial muncul bukan karena perbedaan, tapi karena ketidakadilan ekonomi. Karena itu, kami bersama Koppeta HAM berupaya memastikan hak-hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan keadilan dapat terpenuhi,” ungkapnya.

 

Hasbullah menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pemuda seperti Koppeta HAM menjadi kunci dalam memperkuat kesadaran HAM di tingkat lokal. “Gerakan ini bukan sekadar administrasi, tapi gerakan sosial yang tumbuh dari kesadaran bersama tentang pentingnya kemanusiaan,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi XIII, Isfhan Taufik Munggaran, menegaskan bahwa isu HAM harus menjadi arah moral dalam pembangunan.

 

“HAM bukan konsep di atas kertas. Ia adalah napas keadilan yang harus hidup di tengah masyarakat. Pembangunan manusia sejati harus berpihak pada kemanusiaan dan tidak meninggalkan siapa pun,” kata Isfhan.

 

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari itu ditutup dengan seruan bersama untuk memperkuat gerakan kemanusiaan dari tingkat desa. Dari Sirnagalih, semangat P5HAM kembali digelorakan menjadi pengingat bahwa hak asasi manusia bukan hanya milik segelintir orang, melainkan hak setiap warga untuk hidup dengan martabat, setara, dan berkeadilan.