Menteri HAM RI Didampingi Kakanwil Kementerian HAM Jawa Barat Tekankan Peran Strategis Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Mitra Utama Pembangunan Hak Asasi Manusia
Bandung, 20 Mei 2026 — Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Fudail, membuka kegiatan Kelas Jurnalis HAM Muda yang diselenggarakan di Green Forest Resort, Bandung, pada 20–21 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan, jurnalis media massa, pegiat komunikasi publik, serta perwakilan organisasi kepemudaan, termasuk KOPPETA HAM Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya perspektif hak asasi manusia dalam praktik jurnalistik dan pemberitaan.

Dalam sambutannya, Menteri HAM Republik Indonesia menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi sekaligus mitra strategis dalam pembangunan hak asasi manusia di Indonesia. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik yang sehat, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan setiap kebijakan tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Pers adalah lilin di lorong kegelapan. Ia menerangi ruang-ruang yang tidak terlihat, membuka fakta, dan memastikan demokrasi tetap berjalan di atas nilai kebenaran dan keadilan,” ujar Menteri HAM.

Menteri HAM menekankan bahwa jurnalisme yang berperspektif HAM sangat dibutuhkan agar setiap pemberitaan tidak hanya akurat dan berimbang, tetapi juga menjunjung tinggi martabat manusia, melindungi kelompok rentan, dan menghindari praktik stigmatisasi maupun diskriminasi.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak jurnalis muda yang memiliki integritas, kepekaan sosial, serta keberanian untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan secara objektif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian HAM untuk memperluas literasi HAM melalui media dan memperkuat sinergi dengan insan pers di daerah.
Menurutnya, media memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik dan menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif kemanusiaan yang kuat dalam setiap karya jurnalistiknya,” ujar Hasbullah Fudail.
Ke depan, Kementerian HAM bersama insan pers dan media massa akan terus memperkuat kolaborasi melalui berbagai program strategis, seperti pelatihan jurnalistik berperspektif HAM, forum diskusi, kampanye publik, serta kerja sama penyebarluasan informasi mengenai isu-isu hak asasi manusia.
Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran media sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran publik dan menumbuhkan budaya yang menghormati martabat manusia.
Melalui kolaborasi antara Kementerian HAM, media massa, dan komunitas kepemudaan, diharapkan lahir ekosistem informasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga pers dapat terus menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi sekaligus penggerak pembangunan hak asasi manusia di Indonesia.