Menteri HAM Kunjungi Bandung, Kakanwil HAM Jabar Bersamai Pastikan Perawatan Korban dan Pembebasan Mahasiswa Unisba
Kericuhan yang melibatkan aparat dan mahasiswa Unisba pada Senin malam (1/9) berbuntut panjang. Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, segera turun tangan dengan menemui Rektor Unisba pada Selasa (2/9) untuk meminta kronologi. Dari hasil pertemuan itu, Kakanwil menjembatani koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat dan Polda Jabar.
Sehari kemudian, Rabu (3/9), Gubernur Dedi Mulyadi menerima aspirasi mahasiswa se-Jawa Barat di Gedung Sate. Pada hari yang sama, eksekusi pembebasan seorang mahasiswa Unisba dilakukan di Mapolda Jabar sebagai hasil tindak lanjut koordinasi tersebut.
Rangkaian advokasi itu berlanjut pada Kamis (4/9), ketika Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, datang ke Bandung. Kehadirannya, yang difasilitasi langsung oleh Kakanwil HAM Jabar, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin korban unjuk rasa mendapatkan perawatan medis layak dengan biaya ditanggung penuh negara.
“Semua korban yang nanti kita identifikasi, seluruh biaya perawatan sampai pemulihan akan menjadi tanggungan pemerintah,” kata Menteri Pigai di Bandung, Kamis (4/9).
Setelah meninjau korban di RSHS dan Unisba, Menteri Pigai melanjutkan ke Mapolda Jabar bersama Kakanwil Hasbullah Fudail untuk bertemu Kapolda Irjen Pol Rudi Setiawan. Pertemuan tersebut menghasilkan pembebasan seorang mahasiswa Unisba lainnya. Mahasiswa tersebut diketahui kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dalam momen itu, Menteri Pigai sempat berujar spontan bahwa mahasiswa tersebut adalah kader HMI, sama seperti Kakanwil Hasbullah Fudail ketika masih kuliah di Universitas Halu Oleo, Kendari. Menteri lalu menambahkan, “kader HMI memang selalu melahirkan orang-orang besar dan calon pemimpin bangsa.” Ucapan tersebut sontak membuat suasana haru; orang tua mahasiswa yang dibebaskan menitikkan air mata, sementara Rektor Unisba pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran Kakanwil yang menjembatani proses hingga pembebasan dapat terwujud.
Kunjungan Menteri HAM ke Bandung juga diwarnai kehadiran delegasi Koppeta HAM Jawa Barat, yaitu Muhammad Damar Kumoro Setyo dan Muhammad Chandra Juniansyah. Chandra, pelajar kelas 9 SMP berusia 15 tahun, menjadi sorotan karena meski masih sangat muda, ia sudah menunjukkan inisiatif besar dalam isu hak asasi manusia.
