thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 12 Juni 2025
  • 141

KOPPETA HAM SAMBANGI LPKA BANDUNG: SUARA ANAK BINAAN UNTUK KANG DEDI MULYADI (Gubernur Jawa Barat)

Sabtu, 24 Mei 2025 | LPKA Kelas II Bandung

Pada Sabtu, 24 Mei 2025, Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat melakukan kunjungan sekaligus forum diskusi terbuka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Bapak Hasbullah Fudail, S.P., S.H., M.Si., bersama Kepala LPKA, Bapak Mali Jumali.

Kunjungan ini menjadi ruang dialog antara anak-anak binaan dan pengurus KOPPETA HAM, di mana mereka menyampaikan harapan besar agar suara mereka dapat diteruskan kepada tokoh publik Jawa Barat yang dikenal dekat dengan isu-isu kerakyatan dan anak, Kang Dedi Mulyadi.

Anak-anak dengan penuh antusias mengutarakan harapan agar LPKA dapat menyediakan ruang kreasi yang sesuai dengan minat mereka, seperti seni, musik, dan olahraga. Mereka juga menyampaikan pentingnya akses kunjungan keluarga yang lebih rutin sebagai bagian dari dukungan moral dan psikososial selama masa pembinaan.

Menariknya, beberapa anak binaan turut menanggapi program Masuk Barak yang digagas oleh Kang Dedi Mulyadi. Mereka berharap bisa menjadi bagian dari program tersebut usai masa pembinaan, sebagai bentuk pelatihan disiplin dan pembinaan lanjutan yang lebih terbuka. Bagi mereka, program barak bukan hanya tentang kedisiplinan, tetapi juga simbol harapan akan pemulihan jati diri dan reintegrasi sosial.

Tak ketinggalan, anak-anak juga menekankan pentingnya kejelasan administrasi pembebasan, agar mereka dapat kembali ke masyarakat tepat waktu saat masa tahanan berakhir, sesuai prinsip kepastian hukum yang adil.

KOPPETA HAM berkomitmen untuk membawa semua aspirasi ini ke ruang-ruang kebijakan dan advokasi, agar menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Kami ingin Pak Dedi Mulyadi datang langsung ke sini, dengar suara kami, dan tahu bahwa kami ingin ikut program barak juga, supaya bisa lebih siap kembali ke masyarakat,” ucap salah satu anak binaan penuh semangat.

 

Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sistem pembinaan yang lebih manusiawi, adil, dan berpihak pada masa depan anak-anak yang tengah berjuang memperbaiki diri.

20250525065216-hf--3--816495.jpeg20250525065159-hf--2--978435.jpeg