thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 10 Agustus 2025
  • 386

KOPPETA HAM Jawa Barat Perkuat Kolaborasi dan Jejaring di Forum Connecting Bandung Community

Bandung, 9 Agustus 2025 — KOPPETA HAM Jawa Barat, melalui kedua delegasinya, Muhammad Damar Setyo Kumoro dan dan Arif Prayoga, turut berperan aktif dalam acara Youth Connect: From Communities, For the City yang digelar oleh Connecting Bandung Community di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Jl. Wastukencana No.2, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi ratusan pemuda lintas komunitas untuk membangun jejaring dan membahas potensi kolaborasi dalam mewujudkan kota yang lebih inklusif dan ramah bagi generasi muda.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diawali dengan sambutan Rendra Renggana Mahesa, Chairman of Connecting Bandung Community sekaligus delegasi Youth City Changer, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh komunitas yang hadir dari tingkat provinsi Jawa Barat maupun Kota Bandung. Dalam paparannya, ia mengangkat lima permasalahan utama Kota Bandung, yakni rata-rata lama sekolah yang masih 11 tahun di bawah target 12–13 tahun, kesehatan mental, tingginya tingkat pengangguran yang masuk 10 besar nasional, minimnya partisipasi kepemimpinan pemuda akibat ketiadaan basis data, serta sejumlah persoalan sosial lainnya.

Rendra menegaskan bahwa generasi Z merupakan 50 persen pemilih terbanyak, sehingga memiliki peran penting untuk hadir dan melakukan intervensi positif dalam kebijakan publik. Ia menyebut bahwa aksi kolektif lintas komunitas sangat diperlukan, karena kehadiran pemuda bukanlah berdasarkan pragmatisme seperti politisi, melainkan idealisme masyarakat. Connecting Bandung Community, menurutnya, menjadi agenda pemersatu komunitas yang dapat membentuk ekosistem kolaboratif untuk kemajuan kota.

Forum ini juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, DPRD Kota Bandung, serta narasumber dari Think Policy Indonesia dan Amanat Solution. Perwakilan Dispora memaparkan bahwa pihaknya memiliki program penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan bagi seluruh pemuda Indonesia usia 16–30 tahun. Data menunjukkan terdapat 1.080 komunitas di Bandung, namun yang aktif hanya 120, sehingga dibutuhkan dorongan dan sinergi lebih besar. DPRD Kota Bandung menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam Musrenbang mulai tingkat RW hingga kota.

Try Fathur Rachman, S.Kom., yang hadir mewakili Think Policy Indonesia sekaligus memimpin Amanat Solution, memaparkan pandangannya mengenai kolaborasi pemuda dalam pengambilan kebijakan publik. Ia menjelaskan bahwa Think Policy Indonesia berperan sebagai wadah pengembangan kapasitas dan jaringan bagi anak muda agar mampu berkontribusi pada kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sedangkan Amanat Solution berfokus sebagai konsultan yang memberikan rekomendasi strategis dan pendampingan kepada instansi pemerintah dalam proses perumusan kebijakan. Menurutnya, sinergi antara komunitas, akademisi, sektor swasta, dan pemerintah merupakan kunci agar kebijakan publik tidak hanya responsif terhadap masalah yang ada, tetapi juga visioner dalam mengantisipasi tantangan masa depan.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang hadir di penghujung acara, mengajak seluruh pihak untuk membantu program inkubasi bisnis dan UMKM Center di setiap kecamatan, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan, sehingga relevan bagi pengembangan potensi pemuda. Ia juga memberikan motivasi agar pemuda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, serta memanfaatkan momentum untuk pengembangan diri, profesional, dan finansial secara seimbang.

Menjelang penutupan, Connecting Bandung Community memperkenalkan susunan pengurusnya dan memberikan hadiah kepada peserta yang datang paling awal serta yang mengajukan pertanyaan. Setelah acara berakhir, seluruh peserta, termasuk perwakilan KOPPETA HAM Jawa Barat, saling berkenalan untuk memperluas jejaring dan membicarakan potensi kolaborasi antarkomunitas. KOPPETA HAM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam forum-forum pemuda serupa, guna memperkuat peran generasi muda dalam advokasi dan pembangunan daerah.