KOPPETA HAM Jawa Barat Mendapat Pesan Khusus dari Ahmad Heryawan: Kuasai Hukum dan HAM, Sampaikan dengan Cara Kreatif
Bandung – Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia Jawa Barat (KOPPETA HAM Jabar) mendapat pesan khusus dari Ahmad Heryawan, yang akrab disapa Aher. Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2008–2018 itu kini menjabat sebagai anggota DPR RI. Pesan tersebut ia sampaikan di sela Upacara Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Minggu (17/08/2025).
“Terus kuasai materi hukum dan HAM, kemudian ajak masyarakat untuk sadar hukum dan HAM, caranya dengan menarik, dengan permainan, dengan simulasi di lapangan. Masyarakat itu seakan-akan tidak sadar sedang disadarkan, padahal sebenarnya sedang diberi pemahaman hukum. Yang penting materinya benar, sesuai undang-undang, sesuai agama, dan menarik,” ujar Aher.
Dalam kesempatan itu, Aher juga menyinggung persoalan intoleransi yang kerap dilekatkan pada Jawa Barat. Menurutnya, cara paling efektif menghilangkan intoleransi adalah dengan menyebarkan pemahaman agama yang moderat.
“Pemahaman moderasi agama di satu sisi, tetapi juga hormat dengan budaya, hormat dengan sesama manusia, dalam konteks ukhuwah kebangsaan, persatuan bangsa, berdasarkan kemanusiaan, itu akan menghilangkan intoleransi di Indonesia khususnya di Jawa Barat,” jelasnya.
Hasbullah Fudail, Sahabat HAM sekaligus Kakanwil KemenHAM Provinsi Jawa Barat, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa stigma intoleransi terhadap Jawa Barat harus diubah.
“Meski tugas kami berat, kami berkomitmen untuk terus membangun Jawa Barat yang religius sekaligus toleran. Jika ada anggapan atau stigma intoleransi, hal itu menjadi tantangan bagi kami untuk menunjukkan sebaliknya, bahwa Jawa Barat justru menjunjung nilai kebhinekaan dan persaudaraan,” ujarnya.
Aher kemudian menambahkan bahwa intoleransi di Jawa Barat sejauh ini tidak muncul dalam bentuk kekerasan, melainkan lebih bersifat verbal, jangan sampai terjadi hal yang lebih parah. Intoleransi, bagaimanapun bentuknya, harus diberantas dari bumi Jawa Barat, sebab membiarkan ia tumbuh sama saja dengan merawat bibit perpecahan bangsa. Karena itu, ia menekankan kembali pentingnya memahami agama dengan benar. Bahkan ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
إِنَّ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ
Inna aḥabbad-dīna ilallāhi al-ḥanīfiyyatus-samḥah
Artinya: “Sesungguhnya agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan toleran.”
Pesan Aher ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi KOPPETA HAM Jabar dalam menjalankan perannya sebagai komunitas pemuda yang mendorong kesadaran hukum, HAM, serta moderasi beragama di tengah masyarakat Jawa Barat.

Penulis : Damar - KOPPETA HAM Jabar