thumb
  • Admin 2
  • Kegiatan
  • 11 September 2025
  • 167

KOPPETA HAM Jawa Barat Dukung Gagasan Kakanwil HAM Wujudkan "Jabar Toleran"

CIMAHI – Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, S.H., M.Si., yang melahirkan proyek perubahan bertajuk “Jabar Toleran”. Gagasan tersebut dipaparkan dalam presentasi Rancangan Proyek Perubahan pada rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVII, yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Kota Cimahi, Kamis (9/11).

Sebagai Sahabat HAM KOPPETA Jawa Barat, Hasbullah memberikan teladan dan inspirasi bagi generasi muda dalam merespons stigma intoleransi yang selama ini melekat pada Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa stigma tersebut tidak boleh dibiarkan, sebab berpotensi merusak sendi kehidupan masyarakat, termasuk iklim investasi, pariwisata, dan pembangunan daerah. Melalui Jabar Toleran, Hasbullah menghadirkan strategi yang memadukan pendekatan regulatif, kultural, dan digital untuk menciptakan ruang publik yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Hasbullah mendapat arahan dan koreksi dari para coach, penguji, dan mentor. Dr. Ir. Momon Rivai, M.Sc. selaku coach menekankan perlunya ketajaman strategi implementasi. Drs. Kusmana Hatadji, M.M., Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat sekaligus penguji seminar, menyarankan agar gagasan ini diintegrasikan ke dalam regulasi daerah, mulai dari Peraturan Gubernur hingga Peraturan Walikota/Bupati se-Jawa Barat. Sementara itu, Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag., Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi dan Legislasi di Kementerian Hak Asasi Manusia RI sekaligus mentor, menambahkan agar indikator toleransi tidak hanya merujuk pada SETARA Institute, tetapi juga menggunakan data resmi pemerintah seperti Kementerian Agama, serta membatasi fokus pada isu intoleransi agar substansi lebih tajam.

Momentum berharga juga terjadi ketika Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., Sekda Kota Cirebon, menyempatkan hadir di ruangan seminar. Pertemuan singkat ini menjadi kesempatan pertama bagi Hasbullah menyampaikan gagasannya langsung kepada stakeholder tingkat kota/kabupaten di Jawa Barat, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Dalam proses ini, Muhammad Damar Setyo Kumoro, Deputi Pengembangan Organisasi KOPPETA HAM Jawa Barat, turut memberikan kontribusi penting. Ia mendampingi Hasbullah sejak tahap awal dengan mendedikasikan waktu seharian penuh hingga semalaman untuk asistensi pembuatan makalah, penyusunan powerpoint, serta pengelolaan dokumentasi. Selain itu, Damar juga menyusun redaksi berita untuk memastikan gagasan Jabar Toleran tersampaikan secara utuh kepada publik.

KOPPETA HAM Jawa Barat menegaskan bahwa dukungan terhadap gagasan Jabar Toleran merupakan bagian dari komitmen generasi muda untuk mewujudkan provinsi yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan. Dengan adanya pembinaan dari Hasbullah Fudail sebagai Sahabat HAM, KOPPETA HAM percaya bahwa stigma intoleransi dapat dihapuskan dan Jawa Barat dan menjadi garda terdepan membumikan Hak Asasi Manusia dan lawan intoleransi di Jawa Barat guna mendukung program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakni "Jawa Barat Istimewa"