KOPPETA HAM Jabar Ikut Kawal Persiapan Kunjungan Menteri dan Gubernur di Arcamanik
Bandung – Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia Jawa Barat (KOPPETA HAM Jabar) ikut serta dalam rapat koordinasi persiapan kunjungan Menteri dan Gubernur Jawa Barat di Gedung Serbaguna (GSG) Arcamanik, Selasa (26/8/2025). Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi berbagai pihak menjelang kunjungan resmi pada 3 September, yang akan mencakup peninjauan GSG Arcamanik, dialog dengan tokoh masyarakat, sekaligus meninjau lahan yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan gereja baru.
Rapat dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, yang dikenal sebagai sahabat HAM bagi KOPPETA HAM Jabar. Hadir pula Nurjaman, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Jabar, perwakilan PBAK Santa Odilia, Kanwil Kemenag, FKUB Jabar, tokoh masyarakat, aparat kewilayahan, Polsek, dan Satlinmas. Dari unsur pemuda, KOPPETA HAM Jabar mengirim delegasi Muhammad Damar Setyo Kumoro untuk ikut mengawal proses koordinasi.
Rapat ini tak bisa dilepaskan dari latar belakang konflik GSG Arcamanik yang mencuat sejak 2022. Gedung yang semula merupakan fasilitas umum itu digunakan sebagai tempat ibadah jemaat Katolik Santa Odilia, namun mendapat penolakan sebagian warga karena dinilai melanggar izin dan tata ruang. Setelah melalui mediasi panjang, pada Juni 2025 dicapai kesepakatan bertahap: jemaat diberikan tempat ibadah sementara, sementara pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan rumah ibadah baru di atas lahan yang telah ditentukan.
Dalam pertemuan 26 Agustus, Hasbullah menegaskan pentingnya memastikan setiap langkah persiapan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia. Kunjungan Menteri dan Gubernur, ujarnya, bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperlihatkan kehadiran negara dalam menjaga kerukunan antarwarga.
Kehadiran KOPPETA HAM Jabar dalam rapat koordinasi dipandang signifikan karena merepresentasikan suara pemuda yang konsisten mengawal isu-isu HAM di daerah. Bagi KOPPETA, momentum ini juga akan dijadikan bahan refleksi dan pendidikan HAM bagi pemuda, termasuk melalui program literasi serta rencana peluncuran buku Membumikan HAM di Kalangan Pemuda Jawa Barat yang akan digelar di kampus UPI.
Agenda kunjungan 3 September mendatang diproyeksikan menjadi tonggak baru penyelesaian konflik Arcamanik. Selain memantau kondisi GSG dan berdialog dengan warga, Menteri dan Gubernur juga dijadwalkan meninjau langsung lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan gereja baru, sebagai tindak lanjut konkret dari kesepakatan Juni lalu.