thumb

KOPPETA HAM Jabar Dampingi Kanwil HAM Jabar Jajaki Kerja Sama dengan BPSDM Jawa Barat

Cimahi – Pada Kamis, 21 Agustus 2025, Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat di Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun sinergi dalam penguatan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri di Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Kanwil Kemenham Jabar turut didampingi oleh Komunitas Pemerhati dan Penggiat Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat. Dua perwakilan Koppeta, yaitu Dhaifilla Akbar dan Diki Ramdani, hadir untuk mendukung dan mengikuti proses koordinasi yang berlangsung. Kehadiran mereka menjadi bagian dari keterlibatan generasi muda dalam mendukung program penguatan HAM di Jawa Barat.

Kanwil Kemenham Jabar sendiri berencana untuk berperan sebagai pemateri dalam kegiatan orientasi maupun pelatihan dasar (Latsar) ASN dan P3K, serta program pembekalan untuk TNI dan Polri. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman aparatur terhadap pentingnya nilai-nilai HAM, sehingga mampu diimplementasikan dalam pelayanan publik maupun tugas sehari-hari.

Meskipun Kepala Kanwil Kemenham Jabar berhalangan hadir karena mempersiapkan agenda penerimaan kunjungan Komisi XIII DPR RI, pertemuan tetap berlangsung dengan baik. Pihak BPSDM Jawa Barat menyambut rombongan Kanwil dengan positif dan menyampaikan komitmen untuk bersama-sama mendorong terwujudnya aparatur yang memiliki kesadaran hukum dan HAM yang lebih kuat.

Dalam diskusi, terungkap bahwa jumlah ASN di Jawa Barat mencapai sekitar 51–52 ribu orang, sementara target penguatan HAM yang dicanangkan Kanwil Kemenham Jabar adalah untuk 112 ribu aparatur. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah mengikuti program penguatan HAM. Program ini tidak hanya menyasar tingkat provinsi, tetapi juga diperluas hingga ke kabupaten dan kota. Sejumlah kegiatan pelatihan bahkan sudah berjalan, seperti 3.600 peserta di Kabupaten Bogor, 1.000 peserta di Kabupaten Subang, serta 600 peserta di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, program juga diarahkan kepada tenaga P3K dengan jumlah peserta 3.242 orang. Untuk Latsar ASN, hingga akhir November telah terlaksana sebanyak 727 orang peserta.

Pihak Kanwil Kemenham Jabar menekankan bahwa metode pelatihan secara klasikal jauh lebih efektif dibanding webinar, mengingat sifatnya yang wajib dan mampu membentuk pemahaman mendasar tentang HAM. Targetnya, seluruh rangkaian penguatan ini dapat rampung pada 17 September mendatang.

Dari sisi kurikulum, penguatan HAM bagi ASN disusun dengan mengacu pada tugas, fungsi, nilai, serta etika. BPSDM Jawa Barat juga menambahkan empat materi inti serta muatan lokal (mulok) dalam kurikulum, dengan pendekatan yang mirip pola pendidikan karakter, seperti kegiatan Pramuka.

Melalui kerja sama ini, Kanwil Kemenham Jabar, BPSDM Jawa Barat, serta didukung oleh KOPPETA HAM berharap tercipta aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran kuat terhadap pentingnya HAM. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih humanis dan berpihak kepada masyarakat.