thumb
  • Admin 2
  • Kegiatan
  • 04 September 2025
  • 155

Koppeta HAM Hadir di Kunjungan Menteri HAM ke Bandung: Anak SMP Ikut Suarakan Inisiatif Besar untuk HAM

BANDUNG - Kericuhan yang melibatkan aparat dan mahasiswa Unisba pada Senin malam (1/9) berbuntut panjang. Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, yang juga merupakan Sahabat HAM (pembina Koppeta HAM Jabar), segera turun tangan dengan menemui Rektor Unisba pada Selasa (2/9) untuk meminta kronologi. Dari hasil pertemuan itu, Kakanwil menjembatani koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat dan Polda Jabar.

Sehari kemudian, Rabu (3/9), Gubernur Dedi Mulyadi menerima aspirasi mahasiswa se-Jawa Barat di Gedung Sate. Pada hari yang sama, eksekusi pembebasan seorang mahasiswa Unisba dilakukan di Mapolda Jabar sebagai hasil tindak lanjut koordinasi tersebut.

Rangkaian advokasi itu berlanjut pada Kamis (4/9), ketika Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, datang ke Bandung. Kehadirannya, yang difasilitasi langsung oleh Kakanwil HAM Jabar, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin korban unjuk rasa mendapatkan perawatan medis layak dengan biaya ditanggung penuh negara.

“Semua korban yang nanti kita identifikasi, seluruh biaya perawatan sampai pemulihan akan menjadi tanggungan pemerintah,” kata Menteri Pigai di Bandung, Kamis (4/9).

Setelah meninjau korban di RSHS dan Unisba, Menteri Pigai melanjutkan ke Mapolda Jabar bersama Kakanwil Hasbullah Fudail untuk bertemu Kapolda Irjen Pol Rudi Setiawan. Pertemuan tersebut menghasilkan pembebasan seorang mahasiswa Unisba lainnya. Mahasiswa tersebut diketahui kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dalam momen itu, Menteri Pigai sempat berujar spontan bahwa mahasiswa tersebut adalah kader HMI, sama seperti Kakanwil Hasbullah Fudail ketika masih kuliah di Universitas Halu Oleo, Kendari. Menteri lalu menambahkan, “kader HMI memang selalu melahirkan orang-orang besar dan calon pemimpin bangsa.” Ucapan tersebut sontak membuat suasana haru; orang tua mahasiswa yang dibebaskan menitikkan air mata, sementara Rektor Unisba pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran Kakanwil yang menjembatani proses hingga pembebasan dapat terwujud.

Kunjungan Menteri HAM ke Bandung kali ini juga melibatkan Koppeta HAM Jawa Barat. Hadir dua delegasi muda: Muhammad Damar Setyo Kumoro, fungsionaris Koppeta HAM tingkat provinsi Jawa Barat, dan Muhammad Chandra Juniansyah, anggota Garda HAM tingkat Kota Bandung sekaligus siswa kelas 9 MTsN 2 Kota Bandung. Kehadiran Chandra menjadi sorotan, sebab di usia 15 tahun ia sudah berani mengambil inisiatif besar dalam isu-isu hak asasi manusia.

Pada momen kali ini, Chandra juga menyempatkan berkenalan dengan Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM sekaligus Sahabat HAM, Petrus Polus Jadu dan juga Nurjaman, Kepala Bidang Penyuluhan dan Kepatuhan HAM.

Keterlibatan Damar dan Chandra menegaskan bahwa perjuangan nilai-nilai HAM tidak hanya dijalankan pejabat dan akademisi, melainkan juga anak muda, bahkan di jenjang SMP. Kehadiran Koppeta HAM dalam momentum ini menjadi bukti bahwa ruang inklusif untuk generasi muda semakin penting agar mereka sejak dini dapat memahami, merawat, dan memperjuangkan prinsip-prinsip HAM.