thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 17 Juni 2025
  • 144

Kanwil KemenHAM Jabar Beri Penguatan HAM Bagi Komunitas Ajak Bijak Bermedia Sosial Untuk Menjaga Harmonisasi Keluarga

Bandung - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat hari ini (Selasa, 17/06/2025) memfasilitasi Kegiatan Penguatan HAM bagi Pengurus Dharma Wanita Kanwil KemenHAM Jabar dan Launching Website Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) yang dilaksanakan di Aula Soepomo Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat Jl. Jakarta No. 27 Lt.II Bandung. Kegiatan ini dihadiri Ketua Dharma Wanita Kanwil KemenHAM Jabar Tika Kartika, Perwakilan Biro Hukum dan HAM Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat Suherman

Dalam kesempatan yang sama dilakukan Pra Launching Buku Perdana KOPPETA HAM Jabar dengan Narasumber Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Jabar Hasbullah Fudail dan Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Cecep Darmawan yang membawakan materi “Bijak Bermedsos untuk menjaga Harmonisasi Keluarga”. 

Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Jabar Hasbullah Fudail dalam sambutannya menyampaikan FPSH merupakan komunitas yang dibentuk atas kesadaran pelajar akan hukum dan merupakan produk ikonik dari Jawa Barat. Di Indonesia hanya 4 (empat) KOPPETA HAM yang ada di Indonesia, dan Jawa Barat merupakan satu satunya KOPPETA HAM yang memiliki Website yang dirancang dan didesain sendiri oleh para penggiat komunitas HAM. 

Menurutnya medsos memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pertumbuhan pola pikir pelajar, hal ini yang banyak menjerumuskan para pelajar kepada hal-hal negatif. Ditambahkan lebih lanjut, adanya Komunitas seperti KOPPETA HAM diharapkan bisa lebih menyalurkan kemampuan para pelajar kearah yang positif. 

Sebagai mitra strategis Kanwil KemenHAM Jabar, Ketua Dharma Wanita Kanwil KemenHAM Jabar Tika Kartika menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, Tika mengharapkan kegiatan Dharma Wanita di Kanwil KemenHAM Jabar akan semakin solid dan bisa mengangkat nama baik Kanwil KemenHAM Jabar di masa mendatang. 

Menanggapi Buku Pra Launching Perdana KOPPETA HAM, Prof. Cecep Darmawan menyampaikan “Saya mengapresiasi buku ini, dan semoga bisa menjadi legacy bagi penerusnya, menurutnya budaya tutur harus dibarengi dengan budaya menulis”.

Dalam paparannya, Prof. Cecep Darmawan menyampaikan di Era Post Truth harus diwaspadai dan harus disikapi dengan bijak oleh para orangtua, karena informasi yang tersebar belum tentu kebenarannya (hoax). Keluarga merupakan unit terkecil baik dalam sebuah masyarakat, bangsa, maupun negara. Keluarga memiliki fungsi sebagai institusi pendidikan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai karakter positif bagi anak.

Menurutnya keluarga merupakan pilar utama yang menopang ketahanan nasional. Sebuah negara yang memiliki ketahanan yang tangguh harus ditopang oleh ketahanan keluarga yang tangguh pula. Jika keluarga baik, maka masyarakat baik, dan jika masyarakat baik, bangsa dan negara pun akan baik pula.

Keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga integrasi bangsa, sekaligus keluarga adalah inti perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Keluarga memiliki peranan yang penting dalam pewarisan (legacy) dan transmisi nilai-nilai budaya masyarakat dan nilai-nilai politik, mentransformasikan pemahaman kebangsaan, dan utamanya adalah membentuk karakter bangsa (Nation and Character Building).

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga modern. Hampir semua anggota keluarga kini menggunakan medsos. Media sosial bisa mempererat hubungan keluarga yang berjauhan, namun juga bisa menjauhkan yang berdekatan.

Media sosial dapat mengubah pola komunikasi keluarga dari tatap muka menjadi serba digital. Konten di media sosial dapat mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir anggota keluarga. Gaya pengasuhan dapat memengaruhi cara keluarga mengatur penggunaan media sosial. Akses dan literasi digital dalam keluarga dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi.

Urgensi Menjaga Keharmonisan Keluarga di Dunia Digital Keharmonisan keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak di tengah arus digital yang tak terbendung. Keluarga adalah benteng terakhir dalam membentuk karakter dan etika digital.

Dunia digital membawa kedekatan bagi keluarga yang jauh, tetapi juga potensi menjauhkan antar anggota keluarga yang dekat. Keharmonisan keluarga menjadi pelindung utama dari pengaruh negatif media sosial. Tanpa keharmonisan, keluarga rentan mengalami konflik akibat miskonsunikasi digital dan kesenjangan generasi.

Waktu berkualitas bersama keluarga tanpa distraksi media sosial sangat penting untuk membangun kelekatan. Anak membutuhkan bimbingan dan kasih sayang langsung, bukan hanya perhatian lewat layar.

Nilai-nilai dan etika keluarga harus ditanamkan agar menjadi pedoman dalam bersikap di ruang digital. Orang tua perlu menjadi teladan dalam menggunakan teknologi secara bijak. Komunikasi hangat di dunia nyata tetap tak tergantikan oleh komunikasi virtual

Prinsip Bijak Bermedsos Bagi Keluarga menurut Prof. Cecep Darmawan yaitu : Gunakan Media Sosial Untuk Hal Positif dan Edukatif, Gunakan Media Sosial untuk Mempererat, Bukan Menjauhkan, Tetapkan Aturan Bersama Soal Batas Waktu Penggunaan Medsos dan Akses Konten Digital, Lindungi Privasi Keluarga Berpikir, Sebelum Membagikan Orang Tua, Menjadi Teladan Digital Bangun Etika Digital Sejak Dini, Media Sosial Untuk Menyemangati dan Menginspirasi, Bukan Membandingkan Diri, Hormati Ruang Digital Masing-Masing Anggota Keluarga Evaluasi Rutin Kebiasaan Digital Keluarga Utamakan Interaksi dan Kehadiran Nyata.