thumb

Kakanwil Kementerian HAM Jawa Barat Tekankan Kesadaran HAM dan Soroti Fenomena LGBT pada Kuliah Umum di Universitas Pasundan

Bandung, 22 Mei 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi KOPPETA HAM yang diselenggarakan di Universitas Pasundan. Kegiatan tersebut melibatkan civitas akademika, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan sebagai bagian dari penguatan edukasi Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan kampus.

Dalam pembukaan kegiatan, dosen pengampu Murshal Sanjaya menegaskan bahwa hukum tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai HAM telah menjadi bagian penting dalam berbagai instrumen hukum mulai dari UUD 1945, Pancasila, hingga peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Rusli Subrata menyampaikan bahwa HAM merupakan bagian dari konstitusi warga negara dalam perlindungan hukum. Ia berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya akses terhadap keadilan serta peran HAM dalam memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat.

Selain itu, Dedy Mulyana membahas pentingnya bantuan hukum dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan hukum di masyarakat tidak hanya berfokus pada penegakan aturan semata, tetapi juga harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai HAM dalam proses penyelesaiannya.

Dalam kuliah umum tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat membahas berbagai persoalan HAM yang masih menjadi perhatian di Jawa Barat, mulai dari kerukunan umat beragama, ketenagakerjaan, agraria, kekerasan dan KDRT, pelayanan publik, hingga maraknya kasus perundungan dan tawuran antar pelajar.

Selain itu, turut dipaparkan sejumlah isu strategis seperti TPPO di Cianjur, kekerasan seksual, alih fungsi lahan, hingga menurunnya Indeks Demokrasi Jawa Barat yang saat ini berada pada angka 80,86 dan menyebabkan posisi Jawa Barat turun dari peringkat 7 menjadi peringkat 19 secara nasional. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat juga memaparkan isi buku “Problematika HAM Dalam Ragam Dimensi” yang membahas berbagai perspektif HAM, mulai dari kebijakan dan regulasi, pembangunan kesadaran HAM mahasiswa dan pelajar, pelayanan komunikasi masyarakat, penerapan HAM dalam dunia bisnis, hingga pentingnya membangun birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian mahasiswa Universitas Pasundan dalam sesi tanya jawab adalah mengenai fenomena LGBT dalam perspektif HAM dan moralitas, khususnya yang berkembang di wilayah perkotaan seperti Kota Bandung. Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menyampaikan bahwa persoalan LGBT perlu dipahami secara bijak dengan tetap memperhatikan nilai sosial, moral, budaya, serta ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan pendekatan edukatif, preventif, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membangun karakter generasi muda. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap hak asasi manusia dan nilai moral yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Universitas Pasundan menyambut baik terselenggaranya kuliah umum dan sosialisasi tersebut sebagai ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu-isu HAM yang berkembang di masyarakat.

Melalui kegiatan kuliah umum tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat berharap mahasiswa mampu menjadi generasi yang kritis, bijak, dan aktif dalam menjaga nilai kemanusiaan serta turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang demokratis, toleran, dan berkeadilan.