thumb

Kakanwil Kementerian HAM Jawa Barat Hadiri Milangkala Tatar Sunda, Dukung Gagasan Ensiklopedia Globalisasi Sunda Kang Dedi Mulyadi  

Bandung, 17 Mei 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat menghadiri kegiatan peringatan Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Sunda sekaligus menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Prof. Dr. Bagus Muljadi, sebagai Assistant Professor University of Nottingham, Inggris. yang memperkenalkan gagasan besar mengenai Ensiklopedia Globalisasi Sunda, sebuah proyek intelektual untuk mendokumentasikan nilai-nilai, pengetahuan, dan filosofi masyarakat Sunda secara sistematis dan ilmiah agar dapat dikenal dan dipelajari di tingkat internasional.

Dalam paparannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebudayaan Sunda bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sebuah sistem pengetahuan yang mengandung nilai luhur tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu ditulis, disusun, dan dipublikasikan agar dapat menjadi referensi global serta menjadi fondasi pembangunan yang berakar pada kearifan lokal.

Prof. Bagus Muljadi menjelaskan bahwa Ensiklopedia Globalisasi Sunda dirancang untuk menjembatani warisan budaya Sunda dengan pendekatan akademik modern. Melalui proyek ini, konsep-konsep lokal akan dikaji secara ilmiah dan diterjemahkan ke dalam bahasa universal sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi khazanah ilmu pengetahuan dunia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas gagasan tersebut. Menurutnya, upaya mendokumentasikan kebudayaan Sunda merupakan bagian dari penghormatan terhadap hak budaya masyarakat, sebagaimana dijamin dalam prinsip-prinsip hak asasi manusia.

“Setiap masyarakat memiliki hak untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budayanya kepada generasi berikutnya. Gagasan Ensiklopedia Globalisasi Sunda adalah langkah visioner yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menempatkannya sebagai bagian dari peradaban dunia,” ujar Kakanwil.

Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Nilai-nilai Sunda yang menekankan keseimbangan, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam sejalan dengan semangat penghormatan terhadap martabat manusia.

Peringatan Milangkala Tatar Sunda tahun ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan dan nilai yang relevan untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, gagasan Ensiklopedia Globalisasi Sunda diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan kekayaan intelektual Sunda ke panggung internasional serta memperkuat posisi kebudayaan sebagai bagian integral dari pemajuan hak asasi manusia di Indonesia.