thumb

Kakanwil KemenHAM pada Rakorwil III KAHMI Jawa Barat: Saatnya untuk Berkolaborasi

Indramayu — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kakanwil KemenHAM) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menawarkan gagasan kolaborasi dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat maupun KAHMI daerah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Hasbullah saat menghadiri Dialog dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III KAHMI Jawa Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, KAHMI memiliki jaringan yang sangat kuat di berbagai lapisan masyarakat, baik di kalangan politisi, akademisi, birokrasi, maupun sektor lainnya. Dengan adanya kolaborasi, program Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM (P5 HAM) diharapkan dapat berjalan secara lebih masif.

Sebelum pembukaan Rakorwil, kegiatan diawali dengan dialog dan jamuan makan siang di Pendopo Indramayu yang diselenggarakan oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh senior KAHMI, antara lain Fuad Bawasier (mantan Menteri Keuangan era Soeharto), Yuddy Chrisnandi (mantan Menteri PAN-RB era Joko Widodo), Anggota Presidium KAHMI Jawa Barat, serta Kakanwil KemenHAM Jawa Barat.

Dalam pengantarnya, Fuad Bawasier berharap kader-kader HMI dapat mendorong pengembalian sistem ekonomi sesuai konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.” Hal ini didorong oleh kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang dinilai cenderung dikuasai oleh segelintir pihak, sehingga perlu dikembalikan pada amanat konstitusi.

Sementara itu, Yuddy Chrisnandi berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat menghadirkan sekolah unggulan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Upaya tersebut dinilai penting agar Indramayu mampu mengelola potensi daerah dan bersaing dengan wilayah lain di Jawa Barat.

Di sisi lain, Presidium KAHMI Nasional, Abdullah Puteh, mendorong kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah, khususnya melalui program agroforestry. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengembangkan komoditas pertanian bernilai tinggi seperti nilam, kapulaga, dan komoditas unggulan lainnya guna meningkatkan pendapatan masyarakat serta menekan angka kemiskinan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, juga mengajak Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jawa Barat untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem digital. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan dan transformasi daerah berbasis teknologi.

Lucky Hakim menegaskan bahwa meskipun dirinya bukan kader HMI, ia memiliki kedekatan dengan KAHMI dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk berkolaborasi dalam berbagai program strategis.