Kakanwil KemenHAM Jawa Barat Kunjungi SMAN 3 dan 5 Sebagai Sekolah Maung Antisipasi Diskriminasi
Bandung, 21 Mei 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan silaturahmi bersama jajaran SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan antara Kanwil Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat dengan institusi pendidikan di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah dengan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong penguatan karakter generasi muda, kesadaran hukum, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Hak Asasi Manusia di lingkungan sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap nilai kemanusiaan dan demokrasi.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter perlu terus dibangun melalui kolaborasi yang aktif antara pemerintah, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menghindari terjadinya pendidikan yang diskriminasi.
Oleh karena itu, silaturahmi dengan pihak sekolah menjadi langkah penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan demi mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang sehat dan inklusif.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu strategis pendidikan yang berkembang di Jawa Barat. Di antaranya mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), program Sekolah Maung, Barak Militer, hingga tantangan pembinaan karakter dan kedisiplinan pelajar di tengah perkembangan sosial dan globalisasi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menilai bahwa berbagai program pendidikan yang berkembang saat ini perlu dipahami secara komprehensif dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan karakter, perlindungan anak, serta nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam implementasinya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung, Solihin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan Kanwil Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat. Ia menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam berbagai agenda pendidikan maupun kegiatan penguatan karakter generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian HAM, menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga nilai moral, sosial, dan kemanusiaan.
Dalam diskusi tersebut, Solihin juga menyampaikan pandangannya terkait dinamika pendidikan di Jawa Barat, termasuk mengenai program Barak Militer, Sekolah Maung, dan pelaksanaan SPMB. Ia menilai bahwa seluruh program pendidikan perlu diarahkan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Selain membahas isu pendidikan, pertemuan tersebut turut membicarakan tindak lanjut agenda bedah buku KOPPETA HAM yang direncanakan akan dilaksanakan pada Juni mendatang. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi dan literasi bagi pelajar serta masyarakat dalam memahami pentingnya Hak Asasi Manusia, demokrasi, dan pembangunan karakter generasi muda.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan di berbagai daerah di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran HAM yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan antara Kanwil Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat dengan dunia pendidikan dapat semakin erat serta mampu menghadirkan kolaborasi nyata dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, sadar hukum, menjunjung nilai kemanusiaan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.