thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 19 Mei 2026
  • 53

Kakanwil KemenHAM Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sepakat Dorong Regulasi Pendidikan Humanis Berbasis Moral, Etika untuk Menjawab Degradasi Moral Pelajar

Bandung, 19 Mei 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Fudail, bersama Erwan Setiawan menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dalam mendorong kebijakan pendidikan yang humanis, berkeadilan, dan menekankan penguatan moral, etika, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Sate pada Selasa, 19 Mei 2026, sebagai respons atas meningkatnya berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, seperti kekerasan antarpelajar, perundungan, serta menurunnya adab dan etika di kalangan generasi muda.

Menurut kedua pihak, fenomena degradasi moral di kalangan pelajar tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah semata, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Orang tua, guru, peserta didik, pemerintah, serta instansi terkait perlu membangun kolaborasi yang erat untuk menanamkan kembali nilai-nilai disiplin, rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam diskusi tersebut, disoroti pula kondisi di mana sebagian guru merasa ragu untuk memberikan pembinaan dan teguran kepada peserta didik karena khawatir tindakannya disalahartikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Padahal, proses pendidikan membutuhkan kewibawaan guru sebagai figur pendidik yang berperan membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Hasbullah Fudail menegaskan bahwa hak asasi manusia tidak boleh dipahami secara parsial. Menurutnya, setiap hak selalu beriringan dengan kewajiban untuk menghormati orang lain, menaati aturan, dan menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ketika kita menuntut hak, maka kita juga harus menjalankan kewajiban. Dalam dunia pendidikan, guru harus dihormati sebagai pendidik yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Erwan Setiawan menekankan bahwa ruang pendidikan harus menjadi tempat yang aman, bermartabat, dan kondusif bagi semua pihak. Ia menegaskan bahwa guru tidak boleh direndahkan, karena mereka merupakan garda terdepan dalam menanamkan ilmu pengetahuan, nilai moral, dan karakter kepada generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Erwan Setiawan juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk berkolaborasi secara aktif dengan Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat. Ia berharap Kementerian HAM dapat terus mengiringi dan mendampingi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merumuskan kebijakan serta program-program strategis yang berkaitan dengan pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di kalangan generasi muda.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya kebijakan dan program yang mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang seimbang, yakni menjamin perlindungan hak peserta didik sekaligus memperkuat kewibawaan guru serta menanamkan kesadaran akan pentingnya tanggung jawab.

Melalui sinergi ini, diharapkan dunia pendidikan di Jawa Barat dapat menjadi ruang yang aman, humanis, dan berkeadaban, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, menghormati guru, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.