Kakanwi Kemenham Jawa Barat: Pendiddikan Pancawaluya Menjunjung Tinggi Martabat Kemanusiaan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Hasbullah Fudail menyampaikan bahwa pendidikan Pancawaluya sebagai penguatan nilai-nilai karakter peserta didik yang berkepribadian utuh, berakhlak, serta menjunjung tinggi martabat manusia. Nilai-nilai Pancawaluya yang menekankan keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan moral disinergikan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan
Demikian disampaikan Hasbullah ketika berdialog dengan beberapa perwakilan guru dan peserta didik di SMAN 1 dan SMAN2 kabupaten Kuningan pada Dialog Pendidikan Pancawaluya dan Penguatan Hak Asasi Manusia bagi siswa sekolah menengah atas di SMAN 1 Kuningan dan SMAN 2 Kuningan dengan total peserta sebanyak 840 siswa, Jum’at 6 Februari 2025.
Sebagaimana dipahami bahwa gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggagas konsep pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikenal dengan nama “Panca Waluya”. Pendidikan ini bertujuan membentuk "Manusa Waluya" (manusia sehat/sempurna) melalui lima pilar utama: Cageur (sehat fisik/mental), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil). Program ini menekankan pada pembentukan karakter, integritas, dan disiplin siswa.
Selanjutnya, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM menyampaikan materi penguatan Hak Asasi Manusia yang meliputi pengertian Hak Asasi Manusia sebagai hak dasar yang melekat pada setiap manusia, prinsip-prinsip HAM yang bersifat universal dan tidak dapat dikurangi, serta dasar hukum HAM di Indonesia. Materi juga menekankan hak dan kewajiban peserta didik dalam lingkungan pendidikan, pentingnya sikap saling menghormati dan bertanggung jawab, serta upaya pencegahan dan penanggulangan perundungan dan diskriminasi di sekolah sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan dialogis dan edukatif, kegiatan berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif, serta diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya sikap saling menghormati, toleransi, dan penggunaan media sosial secara bijak, sehingga peserta didik diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

