thumb

Dr. Bagja Waluya Sambut Baik Kehadiran KOPPETA HAM Jabar di FPIPS UPI

Bandung – Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia Jawa Barat (KOPPETA HAM Jabar) berkesempatan mewawancarai Dr. Bagja Waluya, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gedung Achmad Sanusi, salah satu gedung pertemuan utama di lingkungan kampus UPI, Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bagja menjelaskan bahwa kegiatan kuliah umum yang akan digelar merupakan bagian dari program rutin tahunan FPIPS UPI dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa penyambutan mahasiswa baru di FPIPS tidak lagi dikemas dalam bentuk orientasi studi atau ospek, melainkan diarahkan pada kegiatan yang bersifat akademik. Kuliah umum dipandang lebih bermanfaat untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia akademis sejak awal masa studi.

Lebih jauh, Dr. Bagja menyampaikan bahwa pihak fakultas merasa terhormat karena kegiatan ini akan melibatkan langsung Kementerian Hak Asasi Manusia, khususnya dengan hadirnya Menteri HAM Natalius Pigai. Selain itu, rencana kehadiran Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, dinilai akan semakin menambah bobot dan wibawa acara akademik tersebut. Kehadiran kedua tokoh publik ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi mahasiswa baru sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai isu-isu kebangsaan dan kemanusiaan. “Mudah-mudahan kegiatan pada 3 September 2025 berjalan lancar,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Hasbullah Fudail, S.Pd., M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, yang juga dikenal sebagai Sahabat HAM bagi KOPPETA HAM Jabar. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kementerian HAM dengan dunia kampus dan komunitas pemuda perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret. “Kita juga berharap kolaborasi ini ada semacam perjanjian kerja sama (MoU),” jelasnya.

Sejalan dengan itu, hadir pula dari Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat Petrus Polus Jadu (Paul Jadu), Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, yang mendukung rencana penguatan kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Dari pihak KOPPETA HAM Jabar, kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pengurus inti, antara lain Salsa Mega Cantigi, Naufan Fawwaz Fasya Al-Ghifari, dan Khalid Marco Pangestu. Kehadiran mereka mencerminkan semangat generasi muda untuk terlibat langsung dalam memperkuat kesadaran HAM di tingkat akademik maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, Dr. Bagja menambahkan bahwa kuliah umum mendatang tidak hanya menghadirkan materi dari Menteri HAM maupun Gubernur Jawa Barat, tetapi juga akan membuka peluang kerja sama lebih lanjut melalui MoU. Hal ini diharapkan dapat melahirkan program berkelanjutan yang memberi dampak nyata dalam pengembangan kesadaran HAM di Jawa Barat.

Kegiatan kuliah umum tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2025 di Gedung Achmad Sanusi FPIPS UPI. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi KOPPETA HAM Jabar dalam menjalin sinergi strategis dengan kampus dan pemerintah untuk membangun budaya akademik yang berwawasan hak asasi manusia.