thumb

Tanamkan Nilai P5HAM di Sekolah, KemenHAM Jabar Gandeng Guru dan Manajemen SMPN 68 Bandung

BANDUNG, 24 September 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Jawa Barat, yang kini beroperasi sebagai kementerian mandiri berlandaskan Perpres 156 Tahun 2024, terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah hak asasi manusia. Melalui Kepala Kanwil KemenHAM Jabar, Hasbullah Fudail, instansi ini menggandeng guru dan manajemen SMPN 68 Bandung dalam kegiatan penguatan kapasitas HAM yang diselenggarakan pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam arahannya, Hasbullah menekankan bahwa pemahaman mengenai P5HAM wajib dimiliki oleh setiap tenaga pendidik. Ia menjabarkan bahwa P5HAM merupakan singkatan dari Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia. Pemahaman ini dinilai krusial mengingat dinamika zaman yang telah berubah secara drastis.

Hasbullah menjelaskan, disrupsi teknologi yang terjadi saat ini telah menyebabkan tingkat pemikiran kritis para siswa melonjak tajam. Namun sayangnya, lonjakan sikap kritis tersebut belum diimbangi dengan peningkatan pemahaman adab tata krama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sensitivitas guru dalam mendidik dan mengajarkan kedisiplinan kepada siswa kini menjadi kunci utama di sekolah.

Lebih lanjut, Hasbullah mengingatkan agar setiap proses pendidikan dan pendisiplinan harus selalu didasari dengan rasa kasih sayang serta pemahaman P5HAM yang utuh. Pendekatan ini sangat penting agar tidak terjadi tindakan kesewenang-wenangan yang pada akhirnya dapat menimbulkan korban di lingkungan sekolah.

Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMPN 68 Bandung, Ade Sumartini, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas materi dan pencerahan yang telah diberikan oleh Kakanwil KemenHAM Jabar beserta jajaran kepada pihak manajemen, guru, maupun siswa.

Ade berharap bahwa kegiatan penguatan kapasitas ini dapat semakin meningkatkan rasa persatuan dan persaudaraan di antara pilar utama pendidikan, yakni guru, siswa, dan orang tua, sebagaimana suasana harmonis yang telah tercipta pada hari tersebut.

Sebagai penutup, Ade menaruh harapan besar agar kegiatan edukasi dan kesadaran HAM ini dapat berjalan secara berkelanjutan bagi para siswa melalui program-program inovatif lainnya. Ia pun berharap langkah baik yang telah dimulai di SMPN 68 Bandung ini dapat direplikasi pada instansi pendidikan lainnya demi mewujudkan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.


Klik di sini untuk melihat fitur website

Aksesibilitas

Bantuan Visual & Teks
Ukuran Teks
100%
Kontras Tinggi
Skala Abu-abu
Ramah Disleksia
Jarak Huruf
Bantuan Navigasi & Fokus
Sorot Tautan
Kursor Besar
Hentikan Animasi
Panduan Baca
Bantuan Suara (Text-to-Speech)
Baca Saat Disorot