thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 23 Desember 2025
  • 64

Merajut Keberagaman Lewat Jalan Santai Lintas Agama di SindangJaya Ciranjang : Ungkap Kakanwil KemenHAM Bahwa Perbedaan Itu Indah

Cianjur – Selasa, 23 Desember 2025

Semangat toleransi dan kebersamaan lintas iman terwujud dalam kegiatan Jalan Santai Lintas Agama bertema “Toleransi untuk Semua: Menghargai Perbedaan, Merajut Keberagaman” yang digelar di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di GBI Ciranjang Kampung Jatinunggal dan berakhir di Dermaga Calincing.

 

Selain jalan santai, rangkaian kegiatan juga diisi dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, senam Pound Fit, edukasi lingkungan melalui aksi pungut sampah, serta makan nasi liwet bersama sebagai simbol kebersamaan lintas agama.

 

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kakanwil KemenHAM) Jawa Barat beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil KemenHAM, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan beserta Dharma Wanita, Perwakilan Fraksi Partai Golkar Cianjur Sekretaris Umum Persatuan Gereja Kabupaten Cianjur, Ketua GBI Sindangjaya, Camat Ciranjang, jajaran Polsek Ciranjang, perangkat Desa Sindangjaya, perwakilan KUA dari empat kecamatan, Gerakan Pramuka Sindangjaya, serta warga masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Ciranjang. Pengamanan kegiatan didukung oleh Polsek Ciranjang dan Linmas Desa Sindangjaya.

 

Sebelum kegiatan dimulai, peserta melakukan registrasi dan dilanjutkan dengan foto bersama. Acara kemudian dibuka dengan sambutan Camat Ciranjang dan Kakanwil KemenHAM Jawa Barat.

 

Camat Ciranjang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Selamat mengikuti kegiatan jalan santai. Semoga acara ini berjalan lancar. Terima kasih kepada Kakanwil KemenHAM yang telah menginisiasi kegiatan positif ini,” ujar camat ciranjang 

 

Sementara itu, Kakanwil KemenHAM Jawa Barat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata toleransi antarumat beragama.

 

“Perbedaan itu indah. Selain jalan santai, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi pungut sampah sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan diakhiri dengan makan liwet bersama,” ungkap Hasbullah 

 

Kegiatan jalan santai secara simbolis dilepas oleh Kakanwil dan Camat Ciranjang. Sepanjang rute, peserta melakukan aksi pungut sampah. Kakanwil juga memberikan edukasi bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian dari pemenuhan Hak Asasi Manusia, khususnya hak atas kenyamanan dan lingkungan yang sehat.

 

Setibanya di garis finish di Dermaga Calincing, peserta disambut dengan upacara adat dari sanggar seni Sunda Desa Sindangjaya. Setelah tarian penyambutan, acara dilanjutkan dengan sambutan pembukaan.

 

Dalam sambutannya, Kakanwil Hasbullah menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan ini.

 

“Saya mengingatkan kita semua agar lebih sadar terhadap sampah. Jangan sampai anak cucu kita kelak mengatakan bahwa leluhur mereka hanya mewariskan polusi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha keramba ikan,” Ujar Hasbullah 

 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan senam Pound Fit yang diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Kanwil KemenHAM dan para ibu-ibu, dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Selain itu, dilaksanakan pula pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti 51 warga serta kegiatan donor darah bekerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Cianjur yang diikuti 15 pendonor.

 

Sambil menunggu persiapan makan nasi liwet, panitia menggelar permainan dan pembagian doorprize bagi warga di sekitar Dermaga Calincing. Puncak kebersamaan ditandai dengan makan nasi liwet bersama berlatar pemandangan dermaga, yang diikuti sekitar 300 orang dari berbagai latar belakang agama.

 

Makan nasi liwet dengan gaya Pasundan ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman. Kebersamaan para tokoh agama dan masyarakat ini mencerminkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, di mana setiap individu memiliki hak untuk memeluk dan menjalankan agama sesuai keyakinannya.

 

Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta pembagian hadiah bagi pemenang permainan dan doorprize.

 

Sejumlah warga menyampaikan kesan positif atas kegiatan tersebut.

Sumami, warga Pasir Kuntul, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.

 

“Selain menyehatkan, kegiatan ini mempererat persaudaraan antarumat beragama. Cek kesehatan gratis juga membuat kami merasa sangat diperhatikan,” ujarnya sumami

 

Hal senada disampaikan Dandi Suandi, warga Babakan Sadang.

 

“Kegiatan ini sangat positif. Kami bisa saling mengenal tanpa melihat perbedaan, dan layanan kesehatan gratis sangat membantu masyarakat,” ujar Dandi

 

Eli Susilawati, warga Calincing, menilai kegiatan ini luar biasa.

 

“Kebersamaan antarumat beragama terasa sekali. Suasananya rukun dan penuh keakraban, ditambah manfaat cek kesehatan gratis,” ungkap Eli.

 

Tokoh lintas agama Nartokala menegaskan pentingnya toleransi.

 

“Toleransi berbicara tentang kemanusiaan, bukan lagi soal ras atau agama. Orang yang sukses adalah orang yang mampu memanusiakan manusia,” ujarnya.

 

Ketua MUI Sindangjaya juga menyampaikan bahwa perbedaan merupakan sunatullah.

 

“Toleransi membutuhkan kedewasaan. Dengan kedewasaan, perbedaan justru menjadi indah,” tuturnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum Persatuan Umat Kristiani Kabupaten Cianjur menilai kegiatan ini sebagai bagian dari pemenuhan HAM.

 

“Dalam pandangan kami, HAM juga berasal dari Tuhan. Perbedaan agama tidak untuk dijadikan alasan penindasan, melainkan untuk menjaga martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan,” ujarnya.

 

Ketua Koppeta, Hamka, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak generasi muda.

 

“Anak muda perlu turun langsung melihat realitas toleransi di lapangan, bukan hanya dari media sosial. Perbedaan tidak untuk saling menindas, melainkan untuk saling menguatkan,” pungkasnya.