KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA JAWA BARAT AUDIENSI BERSAMA PT KHARISMA INDAH BESTARI, SIAP JADI ROLE MODEL PERUSAHAAN RAMAH HAM
Majalengka, Jawa Barat — Rabu (5/11)
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Jawa Barat menegaskan pentingnya penerapan prinsip Bisnis dan HAM (Business and Human Rights/BHR) di sektor industri, terutama dalam memastikan pemenuhan hak-hak pekerja dan perlakuan yang setara bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan dalam kegiatan audiensi dan kunjungan ke PT Kharisma Indah Bestari (Sampoerna Group) yang berlokasi di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Staf Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jabar, Zeni, menyampaikan bahwa mulai tahun depan seluruh perusahaan di Jawa Barat diwajibkan mengikuti asesmen melalui aplikasi PRISMA untuk mengukur tingkat penerapan HAM di lingkungan kerja. “Pendekatan ini membantu memastikan agar praktik bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghormati martabat dan hak pekerja,” jelasnya.
Dalam paparannya, pihak perusahaan yang diwakili oleh Asep menjelaskan bahwa PT Kharisma Indah Bestari telah beroperasi sejak tahun 2006 dan kini memiliki sistem manajemen yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, serta inklusivitas. Berdasarkan data per 5 November 2025, terdapat 13 pekerja disabilitas (1,68%) yang terdiri atas 10 disabilitas fisik dan 3 disabilitas sensori. Komposisi usia pekerja didominasi oleh kelompok usia produktif, dengan tingkat pendidikan mayoritas lulusan SMA/SMK.
Fasilitas kerja perusahaan juga dinilai ramah terhadap kebutuhan pekerja, termasuk toilet disabilitas, ruang laktasi, poliklinik, kantin, lapangan olahraga, dan training center. Selain itu, perusahaan aktif menjalankan berbagai program kesejahteraan seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pembagian nutrisi bagi pekerja hamil, seminar kesehatan, serta pelatihan keterampilan di bidang tata boga, tata rias, cukur, dan las.
Komitmen tersebut turut tercermin dari berbagai penghargaan yang telah diterima perusahaan, seperti Zero Accident Award (2009–2021), Platinum Award Program Pencegahan Covid-19, serta Sertifikasi Safety Management System dan Sertifikasi Fasilitas Kesehatan. Dalam kesempatan yang sama, Hasbullah Fudail dari Kanwil Kemenham Jabar turut menyerahkan buku karyanya berjudul “HAM dalam Ragam Dimensi” kepada pihak perusahaan sebagai simbol dukungan terhadap penguatan literasi HAM di lingkungan industri.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Majalengka, serta perwakilan Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta HAM Jawa Barat (KOPPETA HAM Jabar) melalui Plt. Sekjen Muhammad Damar Setyo Kumoro, yang juga merupakan peserta magang di Kanwil Kemenham Jabar. Sinergi antara pemerintah, sektor industri, dan komunitas pemuda ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis yang berperspektif HAM di Jawa Barat.
Sebagai bentuk komitmen nyata, PT Kharisma Indah Bestari menyatakan siap menjadi role model perusahaan ramah Hak Asasi Manusia di Jawa Barat, dengan terus meningkatkan praktik kerja yang menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan, kesetaraan, dan keberlanjutan.

