Kanwil KemenHAM Hadiri Pemberian Penghargaan Perusahaan Ramah Disabilitas di Majalengka
Majalengka — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Jawa Barat menghadiri undangan kegiatan pemberian penghargaan kepada perusahaan pemberi kerja bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rest Area Cikebo, Jalan Majalengka–Cikijing, Desa Tegalsari, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Acara dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, jajaran staf Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Selain pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda lain dalam Sinergy Action Expo 2025. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Koperasi Merah Putih dengan mitra usaha, pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petani dan buruh tani tembakau, penyerahan simbolis santunan BPJS Ketenagakerjaan, reaktivasi Rest Area Cikebo, serta kegiatan pendukung seperti open trip, aeromodeling, dan paralayang.

Sinergy Action Expo 2025 mengusung tema “Momentum Kolaborasi Akselerasi Prestasi untuk Majalengka Langkung Sae”. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Majalengka, Komisi II dan Komisi IV DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Majalengka, BJB Cabang Majalengka, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Majalengka, Arif Daryana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Sebanyak 343 KDMP kami jadikan sebagai percontohan di Kabupaten Majalengka bagi para pelaku usaha, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor perusahaan yang ada. Kami juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas,” ujar Arif Daryana.
Ia menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menurunkan angka pengangguran, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami terus menekankan kepada perusahaan agar membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Jumlah pekerja disabilitas yang semula sekitar 500 orang kini meningkat menjadi 788 orang, baik di perusahaan tekstil, garmen, maupun pabrik alas kaki,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemenuhan hak asasi manusia dalam dunia usaha dan ketenagakerjaan.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendorong penyerapan tenaga kerja disabilitas. Sesuai dengan undang-undang, perusahaan wajib mempekerjakan minimal satu persen penyandang disabilitas, sedangkan instansi pemerintah sebesar dua persen. Hal ini diharapkan dapat menjadi role model bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Barat,” Ujar Hasbullah.
Ia juga menekankan bahwa prinsip bisnis dan HAM tidak dapat dipisahkan.
“Bisnis dan HAM harus berjalan beriringan dan tidak dapat dipisahkan. Dunia usaha harus mampu memanusiakan manusia, termasuk kelompok masyarakat yang terpinggirkan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM dalam setiap aktivitas bisnis,” ujarnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas, baik perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang maupun kurang dari 1.000 orang. Selain itu, dilakukan pula penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, santunan jaminan kematian, serta penghargaan kepada UMKM naik kelas. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Majalengka, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, serta Kepala Kanwil KemenHAM Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan daerah, khususnya di sektor ketenagakerjaan.
“Pertumbuhan ekonomi di Majalengka saat ini berkembang pesat. Julukan sebagai kota pensiun sudah tidak terdengar lagi. Hal ini turut berdampak pada penurunan angka pengangguran dan kemajuan di berbagai sektor,” ujar Dena.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penciptaan lapangan kerja melalui program unggulan.
“Ketenagakerjaan menjadi prioritas utama sesuai dengan janji kampanye melalui program ‘Mata Hati’. Awalnya kami membuka lowongan bagi 1.000 tenaga kerja, kini telah melampaui target dengan lebih dari 5.000 orang terserap ke perusahaan tanpa pungutan biaya,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Ketenagakerjaan atas komitmennya dalam menjalankan amanat undang-undang.
“Saya mengapresiasi Kepala Dinas Ketenagakerjaan yang telah melaksanakan amanat undang-undang dengan memberikan kesempatan kerja kepada teman-teman penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Acara ini ditutup dengan kegiatan launching reaktivasi Rest Area Cikebo juga penandatanganan MoU kerjasama kemitraan usaha sebagai mendukung pengerakan ekonomi lokal dan diakhiri dengan acara foto bersama dengan beberapa OPD Kabupaten Majalengka.
