Kakanwil KemenHAM Matangkan Persiapan "HAM Membangun Peradaban Dunia", Temui Tokoh Pasundan
BANDUNG – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian HAM bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang perhelatan besar bertajuk "HAM Membangun Peradaban Dunia". Sebagai langkah strategis untuk memperkuat dukungan, Kakanwil melakukan pertemuan penting dengan sejumlah tokoh sentral dari institusi dan Paguyuban Pasundan.
Pertemuan strategis ini dilangsungkan di sela-sela acara Wisuda Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) yang diselenggarakan di Hotel Harris, Bandung. Dalam suasana tatap muka yang berlangsung hangat tersebut, Kakanwil berdialog langsung dengan Ketua Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi, Bapak Ahmad Nuryana.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil berhasil menggalang komitmen kolaborasi yang solid. Prof. Didi Turmudzi selaku Ketua Paguyuban Pasundan menyatakan kesediaannya untuk hadir dan bertindak sebagai narasumber pada agenda prestisius tersebut, yang puncaknya direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri HAM, Natalius Pigai. Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Unpas Prof. Azhar Affandi juga menyatakan berkenan hadir dan siap berkolaborasi erat dengan KemenHAM Jawa Barat demi menyukseskan acara.
Selain memperkuat koordinasi dan pemantapan acara, momentum pertemuan di tengah perayaan wisuda ini turut dimanfaatkan Kakanwil untuk memaparkan langkah nyata penegakan kemanusiaan di Jawa Barat. Beliau secara khusus mengangkat dinamika sosial terkait isu LGBT agar mendapat perhatian bersama secara holistik dari para akademisi dan tokoh masyarakat.
Lebih dari sekadar pembahasan agenda acara, komitmen perlindungan HAM ditunjukkan secara konkret oleh Kakanwil melalui pendampingan hukum yang sedang berjalan. Saat ini, pihak Kanwil tengah mengawal ketat kasus kemanusiaan yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan sadis di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Melalui konsolidasi bersama para tokoh Pasundan ini, Kakanwil optimistis esensi pemenuhan dan perlindungan HAM tidak hanya menjadi tema seremonial, tetapi benar-benar terwujud nyata dalam membangun peradaban dari Bumi Pasundan.
