Kakanwil KemenHAM Jawa Barat: Hargai Perbedaan dan Tolak Segala Bentuk Diskriminasi di MAN 2 Garut
Garut, 21 Juli 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Fudail, memberikan penguatan nilai-nilai Hak Asasi Manusia kepada ratusan peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Garut dalam rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Selasa (21/7).
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa baru tersebut bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi toleransi, serta membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun perundungan.
Dalam materinya, Hasbullah Fudail mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang mampu menghargai setiap perbedaan, baik perbedaan agama, suku, budaya, latar belakang sosial, kondisi ekonomi, maupun perbedaan lainnya yang ada di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan alasan untuk saling merendahkan ataupun melakukan tindakan diskriminatif terhadap orang lain.
"Setiap manusia memiliki martabat yang sama. Tidak boleh ada seorang pun yang diperlakukan berbeda hanya karena latar belakangnya. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut mengalami diskriminasi maupun perundungan," ujar Hasbullah.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membangun budaya penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. Melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan intoleransi, para pelajar diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Selain membahas nilai-nilai Hak Asasi Manusia, Hasbullah turut mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana menyebarkan konten positif, edukatif, dan inspiratif, serta tidak terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian, hoaks, maupun perundungan siber (cyberbullying).
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai sesi diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif yang dipandu oleh KOPPETA HAM Jawa Barat, sehingga suasana menjadi lebih hidup dan mendorong partisipasi aktif para peserta. Di akhir kegiatan, para siswa juga memperoleh apresiasi berupa doorprize sebagai bentuk motivasi untuk terus belajar dan menjadi pelopor penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.
Melalui kegiatan ini, Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Jawa Barat berharap nilai-nilai penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia dapat tertanam sejak dini di lingkungan pendidikan, sehingga lahir generasi muda yang berkarakter, menjunjung tinggi keberagaman, serta mampu mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.

