thumb

Kakanwil KemenHAM Jawa Barat dan Ketua KOPPETA HAM Jabar Kampanyekan Nilai HAM melalui Program Duta HAM

Jakarta, 16 Juli 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Fudail, bersama Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) Jawa Barat yang diwakili oleh Ketua KOPPETA HAM Jawa Barat Hamka Fadilah Rajab dan Alfarisy Hasbullah, melakukan koordinasi dan penjajakan persiapan pengukuhan Duta HAM Jawa Barat bersama Kepala Pusat Pengembangan SDM Hak Asasi Manusia (Pusbangsdm HAM) Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Dr. Aditya Sarsito Sukarsono, S.E., M.Si., AAP., AK., CA., pada Kamis (16/7).

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan pelaksanaan pengukuhan Duta HAM, mulai dari konsep kegiatan, mekanisme pembinaan, penguatan kapasitas calon duta, hingga peran strategis para Duta HAM sebagai agen perubahan dalam membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di berbagai daerah di Jawa Barat.

Selain itu, dibahas pula kriteria dan persyaratan khusus bagi calon Duta HAM. Program ini diarahkan untuk menjaring figur-figur muda yang memiliki rekam jejak nyata dalam penguatan nilai-nilai hak asasi manusia. Calon Duta HAM diprioritaskan merupakan individu yang aktif menyuarakan isu-isu hak asasi manusia, pernah berkolaborasi bersama Kementerian Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan maupun penguatan P5 HAM, serta pernah menjadi bagian atau terlibat aktif dalam Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM). Kriteria tersebut diharapkan mampu melahirkan Duta HAM yang tidak hanya memahami konsep HAM, tetapi juga memiliki pengalaman, integritas, dan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan bahwa Duta HAM diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan serta mampu menjadi teladan dalam menghormati, melindungi, memenuhi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia di lingkungan masing-masing.

"Duta HAM bukan sekadar gelar atau simbol, tetapi merupakan amanah untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan nilai-nilai hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin para Duta HAM menjadi pelopor gerakan edukasi, kepemimpinan, dan pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan," ujar Hasbullah.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Hak Asasi Manusia Kementerian HAM RI, Aditya Sarsito Sukarsono, menyampaikan bahwa program Duta HAM merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan budaya hak asasi manusia melalui pelibatan generasi muda. Menurutnya, sinergi antara Pusbangsdm HAM, Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, dan KOPPETA HAM Jawa Barat diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki kompetensi, karakter, serta kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai hak asasi manusia.

"Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa. Melalui program Duta HAM, kami berharap lahir agen-agen perubahan yang mampu menjadi teladan sekaligus penggerak pendidikan HAM di tengah masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Berbasis Hak Asasi Manusia (P5 HAM) di berbagai daerah," ungkap Aditya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KOPPETA HAM Jawa Barat, Hamka Fadilah Rajab, menyampaikan komitmen organisasi untuk terus mendukung berbagai program Kementerian HAM dalam membangun ekosistem pendidikan dan pembudayaan hak asasi manusia di kalangan pemuda dan pelajar.

"KOPPETA HAM siap menjadi mitra strategis Kementerian HAM dalam mengawal program Duta HAM. Kami berharap para Duta HAM nantinya mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dengan rekam jejak yang telah dimiliki para calon Duta HAM, kami optimistis mereka dapat menjadi wajah baru gerakan HAM yang lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menginspirasi lahirnya generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," ujar Hamka.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mematangkan pelaksanaan pengukuhan Duta HAM Jawa Barat yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Melalui kolaborasi antara Pusat Pengembangan SDM HAM Kementerian HAM RI, Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, dan KOPPETA HAM Jawa Barat, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami hak asasi manusia secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui aksi nyata sebagai agen perubahan, role model, sekaligus penggerak budaya hak asasi manusia di Jawa Barat.