Kakanwil Kemenham Jabar Tekankan Pentingnya Bisnis Berperspektif HAM di Universitas Kristen Maranatha
Rabu (19/11), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menghadiri kegiatan penguatan HAM di Universitas Kristen Maranatha, Kota Bandung. Dalam kegiatan ini, ia menekankan bahwa persoalan HAM tidak dapat dipahami secara sempit sebagai isu administratif, tetapi juga melekat pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Hasbullah membuka pemaparannya dengan menyinggung persoalan hak cipta dalam dunia usaha. Ia merujuk kasus kerupuk “Ma Icih” sebagai contoh bagaimana kreativitas lokal dapat menghadapi masalah hukum ketika perlindungan kekayaan intelektual tidak diperhatikan. Menurutnya, pemahaman terhadap hak cipta merupakan bagian dari penghormatan terhadap hak ekonomi warga.
Lebih jauh, Hasbullah menjelaskan bagaimana praktik bisnis dapat berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM. Ia mengangkat kembali temuan UNICEF dalam rantai pasokan kopi untuk Starbucks, yang mengungkap adanya dugaan penggunaan pekerja anak oleh pemasok. Temuan tersebut sempat menimbulkan reaksi internasional dan menunjukkan bahwa pelanggaran HAM dapat terjadi dalam kegiatan usaha sekalipun.
Sebagai respons, Kemenham Jawa Barat menjalankan program Bisnis dan HAM (B-HAM) untuk mengarahkan pelaku usaha agar menerapkan prinsip etis, non-diskriminatif, dan manusiawi dalam kegiatan ekonominya. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa penguatan HAM tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, tetapi juga di dunia usaha yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.


