Kakanwil KemenHAM Jabar Ajak Pelajar Jadi Agen Perubahan Melalui Program LCC HAM dan Duta HAM
BANDUNG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam membumikan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam Penguatan HAM serta sosialisasi Lomba Cerdas Cermat HAM (LCC HAM) Tingkat SMP di SMPN 59 Kota Bandung
Menurut Hasbullah, generasi muda memiliki posisi penting dalam membangun budaya penghormatan terhadap HAM. Pelajar tidak seharusnya hanya menjadi penerima informasi mengenai HAM, tetapi juga perlu didorong untuk memahami, menyuarakan, serta menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai LCC HAM bukan sekadar kompetisi untuk menguji kemampuan dan pengetahuan peserta mengenai HAM. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter pelajar yang memiliki kepedulian, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan untuk menjadi teladan dalam menghormati hak dan martabat setiap manusia.
“Pelajar harus menjadi agen perubahan. Jangan hanya memahami HAM untuk mengikuti perlombaan, tetapi bagaimana pengetahuan itu dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hasbullah.
Melalui LCC HAM, para pelajar diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menjawab pertanyaan dan memahami konsep-konsep HAM. Pengetahuan yang diperoleh juga perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, baik dalam berinteraksi dengan teman sebaya, mencegah perundungan, menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, maupun membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan menghormati martabat manusia.
Hasbullah juga mendorong agar pelajar yang memiliki kemampuan, kepedulian, dan komitmen terhadap nilai-nilai HAM mendapatkan ruang untuk berkembang lebih jauh sebagai Duta HAM. Menurutnya, keberadaan Duta HAM dari kalangan pelajar dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas penyebarluasan nilai-nilai HAM melalui pendekatan yang dekat dengan dunia dan bahasa generasi muda.
Duta HAM di lingkungan pelajar diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau predikat, tetapi benar-benar mampu menjadi teladan dan penggerak. Mereka dapat mengambil peran dalam mengajak teman-temannya memahami pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, nondiskriminasi, toleransi, antiperundungan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Dengan demikian, LCC HAM diharapkan tidak berhenti setelah pengumuman pemenang. Kompetisi tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun ekosistem pendidikan HAM yang berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya lebih banyak pelajar yang siap menjadi agen perubahan dan Duta HAM di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Keterlibatan aktif generasi muda menjadi penting agar nilai-nilai HAM tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perilaku dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelajar yang sadar dan peduli terhadap HAM, diharapkan akan tumbuh generasi yang berani menyuarakan kebenaran, menghargai perbedaan, melindungi sesama, serta turut menciptakan lingkungan yang adil dan berkeadilan.
Hasbullah berharap semangat yang dibangun melalui LCC HAM dapat terus dilanjutkan oleh para peserta setelah kompetisi berakhir. Para pelajar diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing, sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda untuk bersama-sama membangun budaya penghormatan dan pemajuan HAM.
LCC HAM pun menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda Jawa Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran HAM, kepedulian sosial, keberanian untuk bersikap, serta kesiapan menjadi agen perubahan dan Duta HAM bagi lingkungan sekitarnya.