KAKANWIL KEMENHAM DORONG MENU IKAN DI MBG MEMBANTU HAK HIDUP PETANI KERAMBA IKAN
Cianjur – Selasa, 23 Desember 2025 - Kakanwil KemenHAM Jawa Barat Hasbullah Fudail, mendorong pemanfaatan ikan dari petambak keramba ikan di waduk Calincing, Cianjur bisa menjadi salah menu dalam program Makan Bergizi Gratis di Cianjur. Ini dalam rangka membantu menyelamatkan kehidupan petani keramba ikan kurang lebih 2.000 jiwa dari kebangkrutan usaha petambak ikan. Hal ini dilakukan agar kematian usaha ini bisa terselamatkan sebagai pemenuhan HAM untuk hidup layak dan bekerja.
Hal ini menjadi sangat penting karena harga ikan dengan biaya produksinya sudah lebih besar daripada pendepatannya. Selain itu ikan jauh mempunyai protein yang lebih baik daripada setiap hari makan ayam, telur dan produk olahannya, demikian sambutan Hasbullah.
Semangat toleransi dan kebersamaan lintas iman terwujud dalam kegiatan Jalan Santai Lintas Agama bertema “Toleransi untuk Semua: Menghargai Perbedaan, Merajut Keberagaman” yang digelar di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di GBI Ciranjang Kampung Jatinunggal dan berakhir di Dermaga Calincing.
Selain jalan santai, kegiatan ini semakin menarik partisipasi masyarakat dengan digelarnya makan nasi liwet bersama bergaya Pasundan di kawasan Dermaga Calincing. Tradisi ngeliwet ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman, mempertemukan tokoh agama dan masyarakat dalam suasana kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
Selain itu Hasbullah mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Saya mengingatkan kita semua agar lebih sadar terhadap sampah. Jangan sampai anak cucu kita kelak mengatakan bahwa leluhurnya hanya mewariskan polusi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha keramba ikan. Untuk kegiatan liwet ini, kami membeli kurang lebih 100 kilogram ikan dari hasil keramba warga sebagai menu utama,”* ujar Hasbullah.
Kegiatan ini diikuti oleh Kakanwil KemenHAM Jawa Barat beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil KemenHAM**, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan beserta jajaran Dharma Wanita, perwakilan Fraksi Partai Golkar Cianjur, Sekretaris Umum Persatuan Gereja Kabupaten Cianjur, Ketua GBI Sindangjaya, Camat Ciranjang, jajaran Polsek Ciranjang, perangkat Desa Sindangjaya, perwakilan KUA dari empat kecamatan, Gerakan Pramuka Sindangjaya, serta warga dari berbagai desa di Kecamatan Ciranjang. Pengamanan kegiatan didukung oleh Polsek Ciranjang dan Linmas Desa Sindangjaya.
Kegiatan makan liwet bersama yang dikemas dengan alas daun pisang khas Pasundan serta pemandangan Dermaga Calincing yang menarik, berhasil menyedot antusiasme warga. Ikan hasil keramba warga menjadi menu utama dalam kegiatan ngeliwet lintas agama ini. Tercatat sekitar 300 peserta mengikuti makan liwet bersama hingga memenuhi area parkir Dermaga 1 Calincing.
Kakanwil KemenHAM Jawa Barat beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan turut duduk bersama warga, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan, menikmati nasi liwet dalam suasana penuh keakraban.
Sejumlah warga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan liwet lintas agama tersebut.
Sumami, salah satu warga, mengungkapkan:
“Liwet bersama ini terasa sangat bermakna. Duduk dan makan bersama tanpa melihat perbedaan agama membuat kami merasa benar-benar satu sebagai warga. Kebersamaan seperti ini jarang, tapi sangat dibutuhkan.” Ujar Sumami
Sementara itu, Dandi Suandi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Melalui liwet bersama, kami bisa saling mengenal dan berbincang dengan warga dari latar belakang yang berbeda. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan, seolah perbedaan justru menjadi penguat persaudaraan,” ungkap Dandi.
Hal senada disampaikan Eli, warga lainnya.
“Ini bukan hanya makan bersama, tetapi simbol persatuan. Kegiatan liwet lintas agama mengajarkan kami bahwa toleransi bisa diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun sangat bermakna,” ungkap Eli.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi.
