Kakanwil KemenHAM Beri Penguatan HAM kepada 700 Lebih Siswa Baru di Sekolah Maung SMKN 1 Garut
Garut, 22 Juli 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Fudail, memberikan penguatan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) kepada lebih dari 700 siswa baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) melalui program Sekolah Maung yang diselenggarakan di SMKN 1 Garut, Rabu (22/7).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Garut, para guru, serta lebih dari 700 peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Turut berkolaborasi dalam kegiatan ini KOPPETA HAM Jawa Barat, yang memandu jalannya kegiatan melalui berbagai metode pembelajaran interaktif, permainan edukatif (ice breaking), kuis, serta pembagian doorprize, sehingga suasana MPLS berlangsung aktif, menyenangkan, dan penuh antusiasme.
Dalam materinya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, mengajak para siswa baru untuk menjadikan masa sekolah sebagai titik awal membangun karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk belajar menghormati hak orang lain, hidup dalam keberagaman, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
"Kalian adalah generasi penerus bangsa sekaligus agen perubahan. Mulailah dari lingkungan sekolah untuk membangun budaya saling menghormati, saling menghargai, menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan, serta menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat," ujar Hasbullah.
Dalam pemaparannya, Hasbullah menjelaskan bahwa setiap peserta didik memiliki hak-hak dasar yang dijamin oleh konstitusi, seperti hak memperoleh pendidikan, hak atas rasa aman, hak memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, hak menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta hak untuk diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap hak juga harus diimbangi dengan kewajiban untuk menghormati hak orang lain, menaati tata tertib sekolah, dan menjaga ketertiban bersama.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan dan kelompok minoritas di lingkungan pendidikan. Menurutnya, tidak boleh ada peserta didik yang menjadi korban bullying, intimidasi, diskriminasi, ataupun pengucilan karena perbedaan agama, suku, ras, budaya, maupun keyakinan yang dianut.
Hasbullah menegaskan bahwa penghormatan terhadap kelompok agama minoritas maupun penghayat kepercayaan, termasuk masyarakat adat Sunda Wiwitan, merupakan bagian dari penghormatan terhadap hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
"Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua peserta didik. Tidak boleh ada bullying ataupun perlakuan diskriminatif terhadap siapa pun, termasuk kepada saudara-saudara kita yang berasal dari kelompok agama minoritas maupun penghayat kepercayaan seperti Sunda Wiwitan. Perbedaan bukan alasan untuk saling membenci, tetapi menjadi kekayaan bangsa yang harus dihormati dan dijaga bersama," tegas Hasbullah.
Selain itu, Hasbullah juga mengajak para pelajar untuk bijak menggunakan media sosial. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dengan tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), maupun konten yang memecah belah persatuan. Sebaliknya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan edukasi, inspirasi, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan berlangsung semakin meriah berkat keterlibatan KOPPETA HAM Jawa Barat yang memandu berbagai sesi interaktif, permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kuis seputar hak asasi manusia. Antusiasme para siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga sesi pembagian doorprize, yang menjadikan penyampaian materi HAM lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Garut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat dan KOPPETA HAM Jawa Barat dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, penguatan nilai-nilai HAM sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat berharap para siswa baru tidak hanya menjadi pelajar yang unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang menghormati keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, serta mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya damai, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan penguatan HAM dalam rangka MPLS ini merupakan bagian dari komitmen Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat bersama KOPPETA HAM Jawa Barat dalam membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di kalangan generasi muda, sekaligus mempersiapkan lahirnya pelajar-pelajar yang berkarakter, humanis, dan siap menjadi pelopor perubahan bagi Indonesia.

