thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 28 Oktober 2025
  • 108

FKUB KOTA BANJAR SIAP HADIRI DIALOG KEBANGSAAN DI GEDUNG PAKUAN BANDUNG KOLABORASI PEMROV -KEMENHAM JABAR

Banjar, 20 Oktober 2025 — Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota Banjar dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd., perwakilan Kesbangpol, FKUB, MUI, Kementerian Agama, serta Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Supriana, M.Pd. menyampaikan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kota Banjar selama ini berjalan dengan baik dan situasi kota tetap aman serta kondusif.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenham Jawa Barat, Hasbullah Fudail, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Banjar.

“Atas nama Kanwil, kami berterima kasih sudah diterima dengan baik. Melihat latar belakang Bapak Wakil Wali Kota yang berasal dari Kementerian Agama, saya tidak ragu lagi bahwa komitmen terhadap kerukunan di Banjar sangat kuat,” ujar Hasbullah Fudail.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan bahwa Asta Cita Presiden poin pertama adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM. Kementerian HAM yang kini diperkuat mandatnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan agenda nasional tersebut.

“Perspektif HAM sudah ada dalam Pancasila. Hampir semua nilai yang tercantum dalam DUHAM juga termuat dalam Pancasila dan UUD 1945. HAM adalah hak yang paling mendasar — bahkan bayi pun memiliki hak asasi manusia,” tegasnya.

Beliau juga mencontohkan bahwa tindakan menggugurkan kandungan tanpa alasan medis dapat dipidana sekaligus dianggap melanggar HAM. Menurutnya, setiap manusia lahir dalam perbedaan, dan keberagaman itu harus diterima dengan lapang dada.

Kakanwil menilai Jawa Barat sebagai provinsi yang paling terbuka terhadap berbagai suku dan agama. Ia mengingatkan agar data atau stigma intoleransi tidak hanya bersumber dari lembaga luar, tetapi sebaiknya dari pemerintah agar validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Teman-teman FKUB adalah orang-orang pengabdian. Pemerintah perlu mendukung mereka, bukan hanya memanggil ketika ada konflik. Pencegahan jauh lebih murah daripada penanganan konflik,” ujar Hasbullah Fudail.

Ia juga menyarankan agar FKUB membuka ruang dialog lebih luas dengan berbagai tokoh agama dan melibatkan generasi muda untuk mengkampanyekan pesan-pesan positif, terutama menghadapi tantangan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Sebagai tindak lanjut, Kakanwil menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan digelar Dialog Kebangsaan di Gedung Pakuan, Bandung, pada 4 November 2025, dengan rencana menghadirkan Menteri dan Gubernur Jawa Barat serta seluruh FKUB kabupaten/kota.

Dari pihak FKUB Kota Banjar, disampaikan bahwa kondisi kerukunan di Banjar relatif aman dan seluruh unsur agama telah terwakili dalam struktur kepengurusan.

“Kalau ada informasi intoleransi di Banjar, Insyaallah di sini aman. Semua unsur lengkap dan solid,” tegas Ketua FKUB.

Ia menambahkan bahwa Ahmadiyah di Banjar cukup aktif melakukan kegiatan, namun selama ini tetap dalam kondisi kondusif tanpa gangguan berarti. FKUB pun rutin mengadakan kegiatan kebersamaan lintas agama seperti gerak jalan kerukunan, sosialisasi antarumat, dan dialog teologis.

Wakil Ketua FKUB menambahkan bahwa kerukunan berjalan baik, meski masih ada beberapa hal yang perlu perhatian, seperti isu identitas keagamaan yang tidak sesuai di dokumen resmi, yang dinilai dapat menimbulkan keresahan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua FKUB menegaskan pendekatannya lebih pada dialog kemanusiaan, bukan perdebatan teologis.

“Kita tidak perlu berbicara soal teologi. Cukup kita bicara soal kemanusiaan. Ke depan umat akan semakin rasional,” ujarnya menutup diskusi.