Duta HAM Jawa Barat Siap Go Nasional dan Berkolaborasi pada Hari HAM Sedunia 10 Desember 2026
JAKARTA, 15 Oktober 2026 — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menjajaki peluang kerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) untuk memperkuat aktualisasi Duta Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Barat di tingkat nasional, khususnya dalam menyambut momentum peringatan Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2026.
Penjajakan tersebut berlangsung melalui diskusi di Merdeka Lounge, Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antarlembaga dalam memperluas partisipasi generasi muda pada agenda pemajuan HAM sekaligus mendorong keterlibatan aktif Duta HAM Jawa Barat dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari HAM Sedunia.
Dalam diskusi tersebut, salah satu gagasan yang dibahas adalah penyelenggaraan Festival Film Indie bertemakan HAM dengan melibatkan Duta HAM Jawa Barat dan Forum OSIS. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kreativitas bagi pelajar dan generasi muda untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya film yang inspiratif, edukatif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Sekretariat Negara, Syahrion Teridel, yang akrab disapa Rion, menyambut baik penjajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, gagasan ini sejalan dengan semangat membina dan mempersiapkan generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.
“Pada prinsipnya, saya menyambut baik penjajakan kolaborasi ini. Kita memiliki semangat yang sama dalam membina dan mencetak generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Harapannya, para Duta HAM dapat menjadi agen-agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa dan negara ke depan,” ujar Rion.
Sambutan positif tersebut menjadi dorongan bagi pengembangan ruang kolaborasi yang menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam upaya membangun kesadaran HAM. Melalui sinergi lintas lembaga, Duta HAM diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai hak asasi manusia, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Hasbullah Fudail mendorong agar Duta HAM Jawa Barat tidak hanya berperan sebagai figur edukatif di daerah, tetapi juga memperoleh ruang aktualisasi yang lebih luas melalui kolaborasi dengan Kemenham dan Setneg. Momentum Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2026 dinilai menjadi kesempatan strategis untuk menunjukkan kontribusi nyata generasi muda dalam membangun budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Melalui kolaborasi tersebut, para Duta HAM Jawa Barat diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan edukasi, kampanye publik, serta penyebarluasan pesan-pesan HAM kepada masyarakat. Keterlibatan mereka juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara program pemajuan HAM di daerah dengan agenda nasional, sehingga semangat penghormatan terhadap martabat manusia dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Gagasan Festival Film Indie bertemakan HAM menjadi salah satu bentuk aktualisasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung tujuan tersebut. Melalui media film, generasi muda dapat mengangkat berbagai persoalan, seperti perundungan, intoleransi, diskriminasi, kesetaraan, kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab, serta pentingnya menghormati hak dan martabat setiap orang.
Pelibatan Forum OSIS menjadi bagian penting dalam membangun gerakan yang berakar di lingkungan pendidikan. Para pelajar tidak hanya diposisikan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak kampanye kesadaran HAM melalui ide, kreativitas, dan karya yang dekat dengan realitas kehidupan mereka.
Penjajakan dengan Setneg ini diharapkan membuka peluang sinergi yang lebih kuat antara Kemenham, Kementerian Sekretariat Negara, Duta HAM Jawa Barat, dan unsur pelajar. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan kegiatan yang bermakna dalam menyambut Hari HAM Sedunia, sekaligus memperluas peran generasi muda dalam agenda pemajuan HAM di tingkat nasional.
Dengan semangat kolaborasi, Duta HAM Jawa Barat diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat toleransi, mencegah diskriminasi, serta membangun kesadaran bahwa penghormatan terhadap HAM merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Momentum Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui aksi nyata, kreativitas, dan kolaborasi lintas lembaga.