thumb
  • Admin
  • Kegiatan
  • 19 Oktober 2026
  • 58

Bupati Sumedang: Koppeta HAM Diharapkan Jadi Role Model Kesadaran HAM di Kalangan Pelajar

SUMEDANG — Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., menegaskan bahwa perlindungan hak asasi manusia (HAM) merupakan salah satu tanggung jawab utama negara. Menurutnya, negara harus hadir untuk melindungi jiwa, melayani, dan menyejahterakan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peresmian Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia (PPSDM HAM) Kementerian HAM Republik Indonesia di Kabupaten Sumedang, Senin (19/10/2026).

Dony menyampaikan bahwa upaya perlindungan dan penegakan HAM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar penghormatan terhadap HAM dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran dan penguatan pengetahuan HAM. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu dilanjutkan dengan tumbuhnya kesadaran dan diwujudkan melalui praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi awal dalam membangun kesadaran HAM. Orang tua memiliki peran penting dalam mengajarkan penghormatan terhadap hak anak dan anggota keluarga lainnya. Setelah itu, lingkungan sekolah menjadi ruang penting untuk memperkuat pengetahuan sekaligus membiasakan penerapan nilai-nilai HAM.

Sekolah, menurutnya, harus menjadi laboratorium HAM, yaitu lingkungan yang bebas dari perundungan (bullying), diskriminasi, dan berbagai perilaku yang merendahkan martabat manusia. Dengan demikian, nilai-nilai HAM tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga diterapkan dalam interaksi sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, Dony menyoroti pentingnya keberadaan Koppeta HAM sebagai organisasi kepemudaan yang dapat menjadi contoh bagi pelajar di lingkungan sekolahnya. Koppeta HAM diharapkan mampu menunjukkan praktik penghormatan terhadap HAM sehingga dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berpartisipasi.

Menurutnya, seseorang yang memahami aturan HAM belum tentu memiliki kesadaran untuk menerapkannya. Oleh karena itu, pengetahuan harus disertai pembiasaan, pembinaan, dan pengarahan agar berkembang menjadi tindakan nyata.

Melalui peran aktif generasi muda, kesadaran HAM diharapkan dapat menyebar lebih luas, dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

Dony menyatakan keyakinannya bahwa Koppeta HAM dapat terus berkontribusi dalam menyebarluaskan kesadaran HAM, khususnya di Kabupaten Sumedang. Keterlibatan organisasi kepemudaan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang saling menghormati, menjunjung tinggi martabat manusia, dan menolak segala bentuk diskriminasi.

Pesan tersebut mempertegas bahwa pembumian HAM membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan menjadikan keluarga sebagai fondasi, sekolah sebagai ruang pembelajaran dan praktik, serta generasi muda sebagai teladan, nilai-nilai HAM diharapkan semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumedang.

Koppeta HAM Jawa Barat — HAM untuk Semua.


Klik di sini untuk melihat fitur website

Aksesibilitas

Bantuan Visual & Teks
Ukuran Teks
100%
Kontras Tinggi
Skala Abu-abu
Ramah Disleksia
Jarak Huruf
Bantuan Navigasi & Fokus
Sorot Tautan
Kursor Besar
Hentikan Animasi
Panduan Baca
Bantuan Suara (Text-to-Speech)
Baca Saat Disorot